Harga Gula Aren di Lampura Melonjak Rp24 Ribu per Kg

Harga Gula Aren Di Lampura Melonjak Rp24 Ribu Per Kg

Perajin gula aren, warga Partisipan Siliwangi (PS) Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raja, Juandi, memanasi air nira sebelum proses  cetak gula dilakukan dikediamannya, Minggu  (13-9-2020).

Kota Bumi – Harga gula aren di tingkat pengepul di wilayah sentra penghasil gula aren, seperti di Kecamatan Abung Tinggi, Abung Barat dan Tanjung Raja mengalami kenaikan. Sebelumnya harga berkisar Rp15 ribu/kg hingga Rp16 ribu/kg. Kenaikan terjadi sekitar pertengahan Agustus 2020.

“Kenaikan harga gula aren di tingkat pengepul pada September 2020 ini di kisaran Rp23 ribu/kg sampai Rp24 ribu/kg,” ujar Subagio, pengepul gula aren, warga Desa Sidokayo, Kecamatan Abung Tinggi,  saat ditemui dikediamannya, Minggu, 13 September 2020. 

Selain harga naik, pasokan barang dari pengrajin gula aren berkurang. Sebelumnya, kebutuhan gula aren untuk memenuhi pesanan pelanggannya di Kotabumi sampai ke pulau Jawa seperti wilayah Tangerang dan sekitarnya setiap minggunya, rata-rata sekitar 2 kwintal sampai 3 kwintal.

Mulai pertengahan Agustus 2020, gula aren yang mampu dia kumpulkan dari pengrajin untuk memenuhi pesanan seminggu sekitar 1 kwintal s/d 1,5 kwintal. 

“Karena jumlah pasokan tidak mencukupi, saya terpaksa mencari tambahan dipengrajin gula aren di Kabupaten Way Kanan,” tuturnya kembali. 

Terpisah, perajin gula aren, warga Partisipan Siliwangi (PS) Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raja, Juandi, mengaku, penyebab naiknya harga gula aren karena jumlah volume sadapan air nira dari pohon aren berkurang.

Sebelumnya, dari sadapan 5 batang aren miliknya, sehari di peroleh hasil air nira untuk pagi sekitar 20 liter dan sore sekitar 15 liter. Mulai pertengahan Agustus 2020, total hasil sadapan sehari yang dia peroleh hanya sekitar 8 liter hingga 10 liter air nira.

“Dari 35 liter air nira yang saya sadap sehari, rata-rata dihasilkan gula sekitar 5 kg. Sekarang dengan hasil nira sekitar 8 liter – 10 liter, hanya mampu menghasilkan gula aren di kisaran 1 kg-1,5 kg,” kata dia.

Disinggung penyebab anjloknya hasil sadapan nira, dia mengaku, dimungkinkan karena memasuki musim kemarau. 

“Dari pengalaman selama jadi pengrajin gula aren, kalau mulai masuk  musim kemarau, hasil sadapan nira biasanya akan mengalami penurunan,”  tuturnya. (LP)

Share