Ini 5 Kiat Bisnis Es Kopi Susu Kekinian untuk Milenial

Es Kopi Susu 5

Jakarta – Jadi minuman sejuta umat, es kopi susu kekinian bisa jadi bisnis yang menjanjikan untuk milenial. Ada beberapa kiat bisnis yang gampang dan mudah dipraktekkan.

Berawal dari es kopi susu buatan Tuku yang diciptakan oleh Andanu Prasetyo di tahun 2015 lalu, kini es kopi susu jadi minuman kekinian di Indonesia yang digemari banyak orang. Hampir tiap hari ada kedai kopi susu dibuka.

Mulai dari brand besar dengan suntikan modal milliaran hingga UMKM semuanya menjual beragam varian es kopi susu dengan ciri khas masing-masing. Bisnis ini juga dilirik para milenial yang menjadi salah satu konsumen terbesar es kopi susu di Indonesia.

Ronald Prasanto selaku Molecular Gastronomist sekaligus ahli kopi, menjelaskan beberapa kiat bisnis es kopi susu kekinian yang mudah dijalani untuk milenial.

Es Kopi Susu Ronald Prasanto 3

1. Tren Kopi Susu

Menurut Ronald, tren kopi susu ini berawal dari kedai kopi Tuku yang berhasil menciptakan minuman kopi yang murah tapi rasanya enak. Racikan dasarnya ada kopi, susu, dan gula aren.

Menurut Ronald penting untuk melakukan riset pasar agar bisnis kopi susu ini sesuai dengan market di Jakarta, atau di daerah yang dituju.

“Dari Tuku, banyak brand lain yang berkembang. Tapi memang marketnya ada di situ. Orang Indonesia suka rasa yang manis dan dingin. Khususnya orang-orang di Jakarta, jadi itu salah satu alasan mengapa tren kopi susu ini bisa booming,” jelas Ronald yang belajar tentang kopi sejak kuliah.

2. Racikan sederhana

Sebelum membuka bisnis kopi susu tentunya perlu belajar membuat racikan kopi susu yang sederhana, namun memiliki rasa yang enak dan berkualitas. Ronald menjelaskan bahwa es kopi susu ini merupakan minuman yang sederhana.

“Racikan es kopi susu itu sebenarnya cukup mudah. Pertama ada gula aren, lalu dikasih susu dan creamer, kemudian tinggal dikasih kopi Espresso. Tapi kadang-kadang ada juga yang tidak punya mesin espresso, bisa diganti menggunakan kopi cold brew bisa. Bisa juga menggunakan kopi yang diseduh dengan menggunakan metode French Press,” jelas Ronald yang mahir menggabungkan kopi dengan Molecular Gastronomy.

Menurutnya semua orang bisa membuat kopi susu. Karena tidak dibutuhkan alat khusus yang rumit bagi pemula.

“Kopi susu ini bisa dibuat di rumah karena tidak perlu pakai alat khusus. Kecuali kalau mau buat kopi susu menggunakan espresso ya. Tapi kopi susu ini juga enak kalau pakai kopi cold brew,” lanjutnya.

3. Takaran yang pas

Ronald membagikan rahasia takaran yang pas untuk membuat kopi susu yang enak. Penggunaan susu dan gula juga berperan penting dalam menyeimbangkan rasa dari kopi susu.

“Saya biasanya pakai resep 1 banding 6. Jadi satu 1 gram kopi saya akan kasih 6 gram air. Kalau saya pakai 600 gram air, maka saya hanya menggunakan 100 gram kopi,” ungkap Ronald yang menjabat sebagai CEO dan co-founder roastery Kopi Pak Wawan di Jakarta.

“Untuk penggunaan susu biasanya menggunakan whole milk, tapi banyak juga yang menggunakan susu UHT. Sementara untuk penggunaan gula aren di dalam kopi susu ini sebenarnya tidak wajib, tapi yang sedang ngetren itu gula aren,” jelasnya.

4. Modal minimalis

Menurut Ronald, modal untuk membuat bisnis kopi susu ini cukup beragam. Tapi modal awalnya tidak terlalu mahal. Biasanya yang membedakan adalah harga biji kopi yang digunakan.

“Yang membedakan rincian modal bisnis itu terletak pada penggunaan biji kopinya. Karena kalau harga susu atau gula kan segitu-gitu aja. Misal kalau pakai biji kopi arabika itu kisaran harganya sekitar Rp 260.000 per kilogram. Sementara kalau pakai robusta, bisa lebih murah sekitar Rp 150.000 – Rp 160.000 per kilogram,” tuturnya.

Untuk pemula dengan modal minim, Ronald menyarankan untuk menggunakan kopi cold brew yang sudah jadi untuk membuat kopi susu. Jika memiliki budget modal yang lebih tinggi, bisa menggunakan mesin espresso dengan kisaran harga dimulai dari Rp 2 juta ke atas.


5. Mulai Bisnis Sendiri

Dibandingkan franchise brand kopi susu yang sudah besar, Ronald lebih menyarankan untuk memulai bisnis kopi susu sendiri. Menurutnya orang lebih bebas berkreasi dengan brand mereka sendiri.

Ronald juga menekankan pentingnya poin ‘unique selling’, atau keunikan dari produk kopi susu yang diciptakan. Harus ada variasi kopi susu yang berbeda dari lainnya untuk menciptakan keunikan produk.

“Kalau semua orang menjual produk kopi susu yang sama, akhirnya tidak ada brand kopi yang memiliki loyal customer atau pelanggan tetap. Karena kebanyakan para pelanggan akan membeli kopi susu di mana saja karena tidak perbedaan menu antara satu brand dengan brand lainnya,” pungkas Ronald. (Dtk)

Share