Ini Efeknya Jika Kamu Kebanyakan Minum Kopi

Kafein bisa berupa kafein alami yang ada pada biji kopi atau teh hijau. Tetapi ada juga yang sintetis yang ditambahkan dalam berbagai minuman energi dan permen.

“Kafein mempengaruhi adenosin, zat kimia saraf yang melembutkan. Zat ini memblokir reseptor yang menempel pada adenosin, sehingga tubuh tidak dapat mendeteksi adenosin. Dengan memblokir bahan kimia penyebab tidur ini, kita merasa lebih terjaga,” jelas Jabraan Pasha, MD, dokter penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Oklahoma, seperti dilansir livestrong (25/9).

Tetapi harus diingat bahwa metabolisme kafein pada tiap orang berbbeda. Ada orang yang baik-baik saja setelah minum beberapa cangkir kopi. Tetapi ada juga yang merasa gelisah setelah minum satu cangkir kopi.

Kafein juga merangsang otak melepaskan dopamine, neurotransmitter yang mengatur kesenangan dan kebanggaan, dan juga berperan dalam kewaspadaan. Selain rangsangan mental, kafein sedikit meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Karena itu kamu mendapatkan sensasi fisik darinya,” kata Nicole Avena, PhD, asisten profesor ilmu saraf di Mt. Universitas Sinai dan penulis Why Diets Fail.

Asupan kafein juga telah terbukti memberikan manfaat sehat. Seperti menurunkan risiko kanker, diabetes, stroke, penyakit ginjal, penyakit hati hingga dementia.

Apa yang terjadi jika terlalu banyak mengasup kafein?

Bagikan