Ini Rahma, Penjual Dawet Durian yang Berparas Ayu dari Kota Kretek

Penjual Dawet Durian Yang Berparas Ayu Dari Kota Kretek 5

Kudus – Penjual dawet durian di Kudus ini membuat gagal fokus pembelinya. Pasalnya, penjual yang masih berusia 24 tahun itu memiliki paras ayu manis.

Dia adalah Siti Rahmawati warga Desa Menawan Kecamatan Gebog, Kudus. Dawet durian buatannya pun terbilang jarang ada di Kudus. Dia mengklaim satu – satunya di Kota Kretek yang sajikan es daet durian yang enak.

Untuk menikmati dawet durian buatannya, letaknya tidak jauh dari pusat Kota Kudus. Warung milik Rahma begitu sapaan akrabnya terletak di Jalan Panjang Lingkar Utara Kudus atau sekitar 8 menit dari alun – alun Kudus. Nama warungnya Dapur Gentong.

Saat ditemui di warungnya, Rahma tampak sibuk melayani pelanggan, Sabtu (5/9/2020). Dia tampak dibantu dia orang pekerjanya. Sedangkan Rahma tampak sibuk meracik dawet durian yang dipesan para pembeli yang datang silih berganti.

Rahma mengatakan, awalnya membuka usaha warung dawet durian ingin menciptakan lapangan kerja saja. Selain itu, dia juga mengaku memiliki hobi kuliner dan masak. Akhirnya terbesit membuka usaha warung dawet durian.

“Awalnya aku ingin membuka lapangan kerja aja sih, aku hobinya kuliner selain jajan aku suka masak juga. Terus tak aplikasikan saja, terus kalau pas kuliah dulu saya kan jurusan bahasa Inggris ambil mata kuliah enterpreunership jadi tinggal aplikasi saja, usaha ini baru berjalan enam bulan,” kata Rahma saat ditemui detikcom di warungnya, Sabtu (5/9/2020).

Penjual Dawet Durian Yang Berparas Ayu Dari Kota Kretek

Menurutnya, dawet durian buatannya terbilang baru pertama di Kudus. Karena dawet yang dia buat menyajikan bermacam varian rasa.

“Warungnya ambil dawet durian komplit isinya kan berbagai macam dan pertama kali di Kudus dan jadinya saya mencoba mendongkrak saja,” kata Rahma perempuan anak pertama dari empat bersaudara.

Bedanya, dawet durian buatannya terdapat berbagai topping. Mulai pandan, cokelat, alpukat, hingga ada nangka. Satu porsi dawet buatannya dipatok harga Rp 5 ribu sampai dengan Rp 40 ribu.

“Di Kudus yang terkenal dawet kliwon, kita beda. Kuah dan dawetnya beda dan di sini dawet durian ada berbagai topping, ada dawet pandan, coklat, cincau, alpukat, dan ada juga nangka,” kata dia.

“Harga bandrol Rp 5 ribu sampai Rp 40 ribu. Kalau Rp 40 ribu itu pakai montong duren,” jelas Rahma.

Selain dawet durian ada berbagai kuliner lainnya, seperti soto dapur gentong. Namanya sesuai dengan warung miliknya. Akan tetapi menu yang paling banyak dicari adalah dawet durian.

“Selain, berbagai macan kuliner, ada soto dapur gentong. Asli dari sini, ini warung namanya dapur gentong khas dari dari sini. Kuahnya beda, ayam ada kerbau ada,” jelasnya.

Penjual Dawet Durian Yang Berparas Ayu Dari Kota Kretek 7

Rahma menuturkan, bahwa dawet durian buatannya sehari bisa laku 300 porsi sampai dengan 500 porsi. Pembelinya berasal dari Kudus hingga paling jauh ada dari Riau.

“Warungnya kan bukanya jam 10 itu sudah antre ramai, jam 10 sampai jam 3 sore. Pembeli dari dari Kudus, Jepara, Pati, Jabar, Jogja, Riau juga ada. Ya karena promosi lewat dari media sosial juga,” jelas Rahma.

Penampilan Rahma yang masih muda dan cantik ternyata tidak jarang pembeli yang menggoda dirinya. Bahkan, menurutnya ada pembeli yang iseng – iseng minta nomor kontak hingga foto bareng.

“Sering (pembeli yang menggoda) tapi alhamdulillah biasa, penjual harus ramah asal tidak kelewatan saja. Kayak pembeli godaan ngajak canda. Di situ ada calon saya biasa saja, minta nomor juga ada, minta foto juga ada,” kata wanita yang sebentar lagi akan menikah itu.

Penjual Dawet Durian Yang Berparas Ayu Dari Kota Kretek 1

Salah satu pembeli, Dani mengatakan baru pertama kali membeli dawet durian. Dia mengetahui dawet durian dari media sosial. Karena penasaran ia datang ke warung milik Rahma.

“Dawetnya enak, terasa durian dan ada berbagai topping, ada tape dan lainnya. Seger pas dimakan siang hari. Apalagi yang jualan masih muda,” kata Dani. (Dtk)

Share