Jadi Pelatih Juventus U-23, Andrea Pirlo Tolak Tawaran Liga Primer Inggris

Andrea Pirlo Coppa Italia Trophy Gejpp8hxnouv1bvirllcsdq3k

Turin, etalaseinfo.com – Andrea Pirlo mengklaim telah menolak tawaran dari klub-klub Liga Primer Inggris dan Serie A untuk menjadi pelatih baru Juventus U-23.

Pirlo secara resmi diperkenalkan dalam jabatan barunya di Allianz Stadium, Kamis (29/7) kemarin, mengambil alih kursi kepelatihan tim satelit Juventus tersebut setelah ditinggal Fabio Pecchia.

Eks gelandang internasional Italia itu pernah mencatatkan 164 penampilan bersama Juve antara 2011 dan 2015, sukses memenangkan tujuh trofi bergengsi termasuk empat Scudetto Serie A.

Pirlo kemudian menghabiskan dua tahun di Major League Soccer (MLS) bersama New York City FC sebelum memutuskan pensiun pada 2017, dan sejak itu beralih profesi ke dunia kepelatihan.

Bekas pemain yang kini berusia 41 tahun tersebut memilih untuk memulai karier barunya di lingkungan yang familier, bersama dengan eks kiper Juve, Marco Storari yang juga kembali ke klub lamanya sebagai direktur olahraga untuk membantunya melewati tahun pertama di skuad U-23.

Pirlo sekarang sudah siap untuk menerapkan segala yang dipelajarinya dari semua mantan manajernya, dan memiliki ambisi untuk bisa meniru kesuksesan para manajer modern di antaranya Pep Guardiola dan Zinedine Zidane.

Sang pemenang Piala Dunia mengatakan bahwa meski pun dirinya menerima banyak tawaran dari klub lain, ia selalu merasa bahwa Juve adalah tempat terbaik baginya untuk menimba pengalaman.

“Saya punya banyak pelatih, semuanya telah banyak mengajari saya: [Carlo] Ancelotti, [Marcelo] Lippi, [Antonio] Conte dan [Massimiliano] Allegri – tapi saya pikir semua oran harus menempuh jalannya sendiri,” kata Pirlo dalam jumpa pers perkenalannya.

“Guardiola dan Zidane? Semua orang ingin meniru jejak mereka, tapi Anda harus membuat diri layak untuk seperti mereka.”

“Saya juga memiliki beberapa tawaran dari klub-klub Serie A dan Liga Primer, namun saya merasa ini adalah jalan yang tepat untuk memulai karier kepelatihan saya.”

Pirlo kemudian mendiskusikan filosofi manajerialnya, berjanji untuk memanfaatkan pengalamannya sebagai pemain untuk menciptakan iklim sukses. Ia menambahkan: “Tim saya harus bermain bagus, selalu harus bermain untuk menang. Saya membenci banyak hal sebagai pemain dan saya tidak ingin melihatnya sebagai pelatih.” (Goal)

Share