Jembatan Gantung Putus, 3 Warga Abung Tinggi Tercebur ke Sungai

Jembatan Gantung Putus 3 Warga Abung Tinggi Tercebur Ke Sungai

Warga melihat jembatan gantung yang melintas di atas Way Abung, Desa Pulau Panggung, Abung Tinggi, Lampung Utara, putus.

Kota Bumi – Jembatan gantung di atas Way (sungai) Abung, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara, putus mengakibatkan tiga warga yang sedang melintas tercebur ke sungai, Senin petang, 17 Agustus 2020. Beruntung ketiga warga hanya mengalami luka-luka.

Korban yang tercebur ke sungai hanya mengalami luka di sekujur tubuhnya karena terkena tali seling dan tertimpa sepeda motor. “Kebetulan itu yai (abang) ipar saya yang jatuh bersama saya saat pulang membawa lada hasil memetik di kebun milik kerabat. Kejadiannya itu petang sekitar pukul 15.00,” kata Herman, salah seorang korban, Senin malam, 17 Agustus 2020.

Menurut dia, saat itu keadaan jalan sedikit licin setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Mereka bertiga berjalan beriringan dan saat berada di tengah tiba-tiba tali seling terputus. Ketiganya berusaha menyelamatkan diri dengan terjun ke sungai. Namun, dua orang termasuk dia terkena tali seling yang menyebabkan memar kebiruan di dada.

“Kalau saya memar dan adik saya tangannya kena sabetan seling yang putus. Ipar saya kakinya memar karena tertimpa motor dan tempat putusnya itu terjadi di sambungan tali seling. Sebab, itu sudah sering disambung akibat putus dengan cara seadanya,” ujarnya. 

Aang, warga setempat, meminta pemerintah memberikan perhatiannya terhadap keberadaan akses tarnsportasi penunjang angkutan ke daerah produksi pertanian masyarakat yang melewati aliran Way Abung itu. Pasalnya, kondisi jembatan sudah rusak akibat tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah sejak didirikan. 

“Jembatan ini adalah akses vital masayarakat di Perdukuhan Sukarame ini mengangkut hasil panen. Kalau melewati jalan lain akses jauh sehingga dapat menghemat energi. Sudah sering diperbaiki, tapi dengan cara swadaya. Kalau belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dapat mengakomodasi keinginan tersebut. Sebab, jembatan gantung tersebut sudah beberapa kali putus.

Kejadian yang terjadi saat ini cukup menggenaskan karena menelan tiga korban jatuh kes ungai. “Untung saja tidak ada korban jiwa, coba kalau apes, bagaimana kejadian. Kami berharap pemerintah dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat bawah seperti kami ini,” katanya.

Sementara itu, Camat Abung Tinggi Mansuri mengaku baru terjadinya musibah tersebut. Dia menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat, perbaikan jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat setempat dalam mengangkut hasil panen menjadi prioritas dengan dibiayai dana desa. Namun, terjadinya pandemi Covid-19 membuat perbaikan tertunda dan kemungkinan baru dilakukan tahun depan.

“Informasinya itu dianggarkan pada tahun ini. Namun, karena kondisi sedang pandemi Covid, dananya dialihkan untuk penanganan wabah yang sedang melanda sebagian besar negara di dunia ini. Insya Allah akan dianggarkan di 2021 melalui pembiayaan dana desa,” katanya tanpa menyebutkan jenis maupun jumlah dana yang dianggarkan. (LP)

Share