Jual Brownies Campur Ganja, Franky Ditangkap Polisi

Jual Brownies Campur Ganja Franky Ditangkap Polisi

Jakarta – Franky Evan Setiawan, warga Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditangkap lantaran menjual kue brownies dan pukis yang dicampur dengan ganja. Kue racikan Franky dijual ke berbagai kota di Indonesia melalui portal jual beli.

Bisnis haram tersebut diketahui Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dari pengiriman ganja dari Makasar sebanyak 6,1 gram melalui jasa pengiriman. Franky memesan ganja melalui toko online di aplikasi instagram dengan ID sativaindica.id dengan nama pengguna Sativa Indica pada 16 Juli 2020.

“Ganja seharga Rp1,2 juta yang dibungkus dengan aluminium tersebut akan dibuat untuk ramuan roti,” kata Ketua BNNP Jawa Tengah, Brigjen Benny Gunawan, di Polres Jepara, Kamis, 30 Juli 2020.

BNNP Jawa Tengah bersama Polres Jepara kemudian melakukan penggrebekan di rumah tersangka pada Senin, 27 Juli 2020 dan menemukan paket ganja. Penggledahan dilanjutkan ke rumah nenek tersangka di Keluruhan Jobokuto. Di tempat ini juga ditemukan ganja kering yang disimpan di dalam toples.

“Ganja dalam kue ini modus yang relatif baru. Disamping dampaknya bisa dua kali lipat dari ganja biasa, penjualannya juga dilakukan secara online hingga Jakarta, Semarang, dan kota besar lain,” ungkap Benny.

Menurutnya tersangka sudah menjalankan bisnis jual kue ganja selama empat bulan. Tiap paket berisi empat potong kue dijual Rp600 ribu.

Belajar dari Youtube

Sudah empat bulan Franky menjalankan bisnis jual kue brownies dan kukis ganja. Franky mengaku belajar dari yuotube terkait cara membuat kue. “Baru empat bulan, awalnya belajar dari youtube,” kata Franky.

Franky menawarkan brownies dan kukis ganja di Instagram dengan akun pribadi. Kemudian transaksi dilakukan di portal juali beli. Franky sekali membuat kue dicampur ganja untuk enam sampai delapan paket.

“Tiap paket isinya enam potong kue harganya Rp400 ribu,” ujar Franky.

Karena perbuatannya Franky diancam dengan pasal 111 ayat 1 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan acaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda Rp800 juta. (LP)

Share