Kadis Pendidikan Metro Tegaskan Tatap Muka Disekolah Harus Kantongi Rekomendasi

Metro, etalaseinfo.com – Bagi sekolah yang akan menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka disekolah harus lebih dulu mendapatkan rekomendasi tim Dinas Pendidikan dan dari Gugus tugas Covid-19.

“Jika belum mendapat rekomendasi keduanya, maka Dinas akan menutup dan tidak memperbolehkan apabila ada sekolah yang berani membuka tatap muka,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro Ria Andari, saat menggelar sosialisasi KBM di aula Kantor Dinas Pendidikan setempat, Rabu (26/8).

Oleh karenanya, sekolah dimintakan untuk mendapatkan rekomendsi terlebih dahulu dari Dinas maupun tim Gugus Tugas Cpvid-19. “Jangan coba-coba berani membuka sekolah jika belum direkomendasikan,”cetusnya. Selain itu juga dinas akan menyegerakan melakukan tes rapid seluruh guru dan honorer sekolah. Seluruhnya terdapat 2200 guru dan honorer yang akan menjalani rapid dalam waktu dekat ini. Sementara jumlah sekolah di Metro mencapai 23 sekolah, terdiri dari 18 SD dan 5 SMP.

Menurut Kadis untuk tatap muka belajar disekolah di Kota Metro belum bisa dipastikan.

Pada kesempatan kegiatan sosialisasi seluruh kepala sekolah se-Kota Metro Wakil Walikota Djohan mengharapkan agar kepala sekolah dan guru untuk selalu seirama dan kompak.“Jika itu dilakukan maka bagus, semuanya juga akan ikut bagus,”tuturnya.

Djohan juga menekankan agar kepala sekolah maupun guru yang ASN untuk bersikap netral pada pilkada Metro. Dia meminta agar jangan berpihak dalam bentuk apapun dalam konteks kepentingan pilkada. “ASN agar tetap menjaga netralitas dan tidak terjebak dalam politik praktis,”pintanya.

Sementara Walikota Metro Achmad Pairin menuturkan untuk memulai belajar dan tatap muka disekolah yang utama harus mendapatkan rekomendasi dari orang tua siswa. Jika orang tuanya mengijinkan. Tetapi jika tidakpun tidak apa-apa. Tetap bisa belajar dari rumah. Karena kondisinya masih darurat Covid-19, maka tidak bisa memaksakan untuk belajar. “Makanya harus dilakukan lebih dulu rapid tes seluruh guru, dan kesiapan sekolah untuk menyiapkan dan taat pada protokoler kesehatan. (Red).

Bagikan