KAI Divre IV Tanjung Karang Gelar Pengobatan Gratis

0
1
Dokter memeriksa pasien yang berobat menggunakan rangkaian Rail Clinic KAI Divre IV Tanjungkarang di stasiun Gedung Ratu, Natar Lampung Selatan.

Lampung Selatan – PT KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis dengan menggunakan rangkaian Rail Clinic, yang diadakan di stasiun Gedung Ratu, Natar, Lampung Selatan pada Kamis.

Umih, salah satu warga setempat mengaku berterima kasih atas adanya kegiatan pengobatan gratis yang digelar KAI Divre IV Tanjung Karang di daerah tempat tinggalnya.

“Makasih KAI, saya bersyukur ada berobat gratis ini, sangat membantu kami, terutama warga yang membutuhkan” ujarnya. 

Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Edy Setiawan, melalui Manager Kesehatan PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Wendi mengatakan, dari 250 undangan peserta pengobatan gratis, terdata ada sebanyak 325 warga yang mendapatkan pengobatan. 

Penyelenggaraan bakti sosial kesehatan ini melibatkan 18 personil tenaga medis yang terdiri dari dua dokter umum, satu dokter gigi, satu tenaga bidan, dua ahli mata/optik, satu tenaga laboratorium, serta 11 perawat umum dan apoteker yang  melakukan layanan meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, cek kehamilan, pemeriksaan mata, pemeriksaan laboratorium, serta pelayanan kefarmasian. 

Bisa dibilang ini adalah layanan klinik kesehatan berjalan dengan fasilitas di atas puskesmas.

Bakti sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya warga yang ada di sekitar penggiran rel sebagai bukti kepedulian perusahaan kepada warga pinggir rel.

“Ini merupakan salah kegiatan bentuk CSR PT KAI di bidang kesehatan masyarakat, yakni memberikan cek kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga sekitar pinggiran rel sekaligus bertujuan mendekatkan diri kepada masyarakat, menjalin keakraban dan silahturahmi,” katanya.

Wendi menambahkan, pengobatan gratis di Stasiun Tarahan adalah kegiatan yang pertama kali dari 14 kali yang telah diprogramkan selama tahun 2020, dengan mengundang sebanyak 250 warga sekitar setiap kali kegiatan.

Salah satu tujuan adanya bakti sosial yang telah diselenggarakan sejak 2017 tersebut selain untuk menyehatkan masyarakat juga sekaligus untuk menyosialisasikan bahaya bagi masyarakat apabila beraktivitas di sekitar rel.

Peran serta Kereta Api dalam menjaga infrastruktur tidak lepas dari masyarakat. Kita tumbuh atas dukungan masyarakat, sehingga diharapkan saling bersinergi dalam menjaga lingkungan. Seperti menjaga rambu-rambu, kabel dan perangkat pendukung kereta api.

“Kami mengimbau masyarakat pinggiran rel untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan, apalagi daerah yang rawan banjir masyarakat pinggiran rel untuk tidak membuang sampah di jalur rel atau di selokan pinggir rel karena bisa menyebabkan banjir, sehingga bisa berpotensi terjadi gangguan yang membuat perjalanan kereta api menjadi tidak selamat” katanya. (Ant)