Kasus Sabu 1 Kg, Oknum PNS Kementerian PUPR Dituntut 15 Tahun Penjara

Kasus Sabu 1 Kg Oknum Pns Kementerian Pupr Dituntut 15 Tahun Penjara

Suasana sidang kasus narkoba PNS Kementerian PUPR. 

Bandar Lampung – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Lampung menuntut Joni Efendi Pasiwaratu (45) seorang oknum pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian PUPR di Lampung dengan pidana penjara selama 15 tahun atas kepemilikan narkoba jenis sabu 1 kg lebih. Hal ini terungkap dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 10 September 2020.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maranita, menjelaskan terdakwa Joni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut terdakwa Joni Efendi Pasiwaratu dengan pidana penjara selama 15 tahun serta denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan,” ujar Jaksa Maranita.

Perbuatan terdakwa bermula pada Selasa (11 Februari 2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, terdakwa Joni sedang berada dirumahnya, lalu datang Siswanto alias Iwan (buron) mengajak terdakwa untuk mengambil narkotika jenis sabu dari orang suruhan Firman (buron) pada salah satu hotel di Kota Bandar Lampung.

“Jon, kita ngambil barang titipan sabu yok di Way Halim. ‘Berapa banyak barangnya itu wan? dimana ngambilnya?’ jawab terdakwa, Siswanto menjawab ‘nanti kita ambil di Way Halim, tapi nunggu Firman hubungi dulu’,” kata Jaksa membacakan tuntutannya.

Pukul 19.00 WIB, Firman menelepon terdakwa Joni yang mengatakan ‘Jon lu sama Iwan sekarang ambil barang sama orang suruhan gua ya di kamar hotel lantai atas di Way Halim’. Terdakwa pun menjawab ‘oke deh’.

“Terdakwa bersama Siswanto pergi ke hotel di Wayhalim, sampai ditempat tersebut sekitar pukul 19.45 WIB terdakwa bertemu dengan orang suruhan Firman di lantai atas,” kata Jaksa.

Kemudian orang tersebut menyerahkan sebuah tas berwarna coklat dan terdakwa terima. Lalu terdakwa selempangkan, kemudian terdakwa turun kelantai bawah untuk menemui Siswanto yang menunggu terdakwa diparkiran hotel.

Sesampainya terdakwa diparkiran hotel dan belum sempat bertemu dengan Siswanto, datang Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Lampung untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Polisi melakukan penggeledahan terhadap diri terdakwa dan menemukan barang bukti berupa 2 paket besar narkotika jenis sabu di dalam tas berwarna cokelat yang terdakwa gunakan.

Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. (LP)

Share