Dugaan Penyimpangan Dana BOS SMPN 6 Bandar Lampung Diselidiki Kejari Bandar Lampung

0
4
Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Basuki Raharjo

Bandarlampung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung sedang menyelidiki perkara dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Kota Bandar Lampung.

“Masih dalam proses dan sudah masuk lidik,” kata Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Basuki Raharjo di Bandar Lampung, Jumat.

Dia melanjutkan, sampai saat ini proses penyelidikan baru sampai pada pengumpulan berkas dan pemeriksaan keterangan melalui metode wawancara kepada sebanyak 10 orang.

“Baru dimintai keterangan sifatnya pul sata atau pulbaket. 10 orang ini sifatnya kita baru klarifikasi,” kata dia.

Dia menjelaskan, perkara yang sedang diselidiki itu merupakan dugaan penyimpangan dana BOS. Penyimpangan dana BOS tersebut merupakan hasil temuan dari kejaksaan itu sendiri.

“Ini temuan kita sendiri, nanti akan kita kabarkan selanjutnya,” kata dia.

Informasi yang didapat penyimpangan tersebut diduga adanya mark up siswa dan penggunaan dana BOS pada tahun 2015-2017. Saat itu kepala sekolah tersebut masih dijabat oleh Khaironi.

Dugaan penyimpangan dana BOS itu di antaranya diperuntukkan pengembangan perpustakaan, kegiatan ulangan, perawatan sekolah, dan membantu siswa miskin. (Ant)