Kejati Pastikan Perkara Cabul Oknum P2TP2A segera Disidangkan

Kejati Tindak Lanjuti Jaksa Terima Uang Pelicin Dari Istri Terdakwa

Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Andrie W Setiawan.

Bandar Lampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung membenarkan berkas oknum cabul P2TP2A Lampung Timur telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lampung Timur pada Kamis, 10 September 2020. Kejari Lamtim kini tengah memeriksa berkas tersebut.

“Iya benar berkasnya dinyatakan lengkap oleh Polda Lampung dan sudah diserahkan ke Kejari Lamtim,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Andrie W. Setiawan, Jumat, 11 September 2020.

Untuk saat ini Kejari Lamtim tengah memeriksa berkas tersebut serta penunjukan jaksa yang akan menyidangkan perkara dari oknum tersebut.

“Sekarang berkas perkara tengah dipelajari dan penunjukan jaksa yang akan menuntut perkara itu,” kata mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini.

Andrie menambahkan nantinya berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Sukadana. “Untuk kapan akan dilimpahkan ke PN Sukadana, kami masih menunggu konfirmasi dari sana, saya rasa dalam waktu dekat ini sudah sidang,” kata dia.

Diketahui Subdit IV Renata Dirkrimum Polda Lampung melimpahkan perkara pencabulan oknum anggota P2TP2A tahap kedua dan sudah dinyatakan lengkap (P21) pada Kamis, 10 September 2020.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya menyatakan berdasarkan LP/B/977/VII/2020 tanggal 03 juli 2020 tentang kasus asusila oknum anggota P2TP2A yang terjadi pada beberapa waktu lalu di Kecamatan Way Jepara,Lampung Timur, telah selesai dilaksanakan melalui beberapa proses penyidikan. Polda Lampung mengungkap kasus asusila yang dilakukan oknum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) berinisial DA.

“Dimulai pada 3 Juli 2020 saat terbitnya laporan polisi yang ditangani Subdit IV Renakta Reserse remaja, anak-anak, dan wanita Ditreskrimum Polda Lampung,” kata Pandra. 

Lalu 10 sampai 11 Juli 2020 terbit SP sidik, berikut surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan pemeriksaan terhadap oknum (DA) dengan ditetapkannya sebagai tersangka.

Selanjutnya, kata Pandra, 12 Juli-7 Agustus 2020 dilakukan kembali pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta pengumpulan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan terhadap tersangka tersebut.

Sehingga pada 8 Agustus 2020 berkas perkara tahap 1 diserahkan kepada jaksa hingga pemenuhan petunjuk pengembalian berkas perkara yang harus dilengkapi (P19).

“Terakhir pada 3 September 2020 pemberitahuan berkas dari hasil penyidikan dinyatakan sudah lengkap (P21) oleh jaksa Lampung Timur  dan hari ini tersangka dilimpahkan,” katanya. (LP)

Share