Keluarga Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur Minta Keadilan

Keluarga Korban Pencabulan Anak Di Bawah Umur Minta Keadilan

Kota Bumi – DH, orang tua korban pencabulan anak di bawah umur berinisial CN asal Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Senin, 7 September 2020, mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat.

Selain minta pendampingan hukum dan psikiater, ia juga berharap anaknya CN mendapatkan keadilan setelah menjadi korban pencabulan pada pertengahan Juli 2020 lalu.

Menurut penuturan DH, sejak kejadian itu, keluarga korban mengamankan sang anak yang baru menginjak bangku kelas dua sekolah dasar itu di kediaman neneknya yang berada di Kabupaten Pesawaran. 

“Kami berinisiatif membawanya ke rumah neneknya di Pesawaran. Selain faktor keamanan juga saat bertemu orang lain apalagi tidak dikenal sering melakukan hal merusak dirinya. Seperti menjambak, menangis dan lainnya akibat trauma fisik, dan hari ini ke Kotabumi untuk berkoordinasi sekaligus minta pendampingan terhadap buah hati ini,” terangnya.

Ia meminta DP3A melakukan pendampingan. Selain itu, aparat penegak hukum juga bisa memberikan hukuman setimpal bagi pelaku. Sebab, selama ini, belum ada, baik itu pendapingan masalah psikologi anak maupun hukum, serta memberikan efek jera terhadap pelaku maupun orang tua dalam menjaga anaknya dari perbuatan menyimpang.

“Saya paham pelaku masih terhitung di bawah umur, kami tidak benci terhadap orangnya tapi setidaknya ada efek jera. Dan orang tua dapat lebih baik menjaga anaknya, karena kenapa dilapangan seperti tidak ada pendampingan terhadap anak kami. Kita tidak minta banyak, tolong tegakkan keadilan seadil-adilnya bila perlu pelaku dihukum setinggi-tingginya jangan sampai ada permainan didalamnya,” terangnya.

Kejadian itu dilaporkan kepada Polres Lampura dengan nomor : PTPL/762/B.1/VIII/2020/Polda Lampung/SPKT RES LU pertanggal 5 Agustus 2020. Peristiwa itu terjadi sekitar pertengahan Juli 2020 dengan pelaku terhitung masih tetangga AK (15) terhadap korban CN (8). Kejadian itu terjadi dirumah pelaku saat korban bermain dengan teman sebaya lainnya, namun naasnya yang lain disuruh pulang sementara korban tinggal sendiri.

“Kejadian itu ada yang menyaksikan rekan korban sendiri, melihat langsung sedang memasukkan alat kelaminnya kepada korban. Dan kejadian itu tidak hanya itu, namun sebelumnya telah berlangsung lama dialami CN. Sehingga meminta aparat dapat benar-benar memberikan keadilan, agar tidak ada kejadian lainnya, “ujarnya.

Hal itu diamini oleh Kepala DP3A Lampura, Maya Manan. Pihaknya siap memberikan pendampingan, khususnya korban pencabulan anak dibawah umur. Mulai dari segi kesehatan, psikologi sampai dengan masalah hukum.

“Betul tadi pagi ada yang melaporkan kepada kita orang tua wali yang anak menjadi korban pencabulan anak dibawah umur. Kebetulan ditempat kami sudah ada unit (UPT) perlindungan perempuan dan anak, merekalah nanti yang akan melakukan pendampingan. Dari segala aspek dialami korban, termasuk masalah hukum, “tambahnya.

Sesuai dengan peraturan perundang-perundangan bagi perlindungan perempuan anak, lanjutnya, seharusnya pelaku mendapatkan hukum yang tinggi. Namun dalam perkara itu, pelakunya juga adalah anak dibawah umur. Sebab, masih berumur 15 tahun, sehingga perlu diberikan perhatian terhadap mental dan kejiwaannya.

“Tapi khusus untuk korban adalah perhatian utama kami, jadi kami akan maksimal melakukan pendampingan. Termasuk segi kesehatan dan psikologi sampai dia dapat kembali berkativitas dilingkungannya, berkumpul dengan teman-teman maupun bermain. Yang pasti kita mendorong agar permasalahan dapat memberikan efej jera juga, meski mekanisme hukuman dan perlakuannya, “imbuhnya.¬† (LP)

Share