Kembali Buka Usaha, Pelaku UMKM Butuh Suntikan Dana

Bantu Pelaku Usaha Mikro Dpm Lamsel Kembangkan Mbc

Bandar Lampung – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung mengharapkan adanya bantuan dana dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui pemerintah daerah. Sebab, banyak pelaku usaha sangat kesulitan menjalankan kembali usahanya akibat mati suri sejak munculnya wabah Covid-19.

“Sejak korona ini ada di Lampung usaha saya seperti mati suri. Apalagi usaha saya ini makanan, jadi semua harus dibuang dan buat ulang karena sudah kedaluwarsa,” kata Maryamah, salah seorang owner keripik pisang yang membuka usaha di Kawasan Industri Keripik PU, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia menceritakan sejak Maret lalu, tak ada pembeli baik lokal maupun luar daerah yang memesan keripik pisangnya. Hal itu menyebabkan semua stok keripik yang dimilikinya harus dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.

“Belum pernah sesulit ini dalam menjual keripik sampai harus dibuang bahannya. Jadi harus cari pisang lagi dan produksi lagi. Cuma ya modalnya belum ada karena sejak Maret belum ada pemasukan,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah mau memberikan bantuan modal usaha kepadanya dan juga sesama pedagang keripik yang tidak memiliki modal cukup untuk kembali buka usaha. “Berharap banget karena sekarang ini mau buka lagi sulit tidak punya modal,” katanya.

Tak hanya pelaku usaha makanan saja, pegiat usaha sabun rumahan juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19 ini. Salah satu pelaku usaha di Way Halim yang mengaku sejak pandemi Covid-19 mencuat, ia harus kehilangan pelanggannya.

“Sejak akhir Maret itu sudah sepi banget pelanggan yang memesan sabun cuci piring ke saya,” kata Rohim.

Dia berharap adanya bantuan dari pemerintah dapat menjadikan usahanya bangkit kembali sehingga dapat memiliki pemasukan seperti biasa. “Ya harapannya saya bisa dapat bantuan, Mbak. Soalnya ini saya sudah tidak ada modal lagi mau putar usaha buat sabun baru,” katanya. (LP)

Share