Kepala BRI Unit Bantul Metro Akui Sertifikat Nasabah Hilang

0
38

Metro, etalase info.com – Marta Kepala BRI unit Bantul kecamatan metro barat, kota metro, mengakui dan membenarkan jika sertifikat atas nama Agustin yang di jaminkan ke bank yang dipimpinnya hilang.

Setelah melakukan kroscek melalui tempat penyimpanan berkas di kantor dengan mengerahkan beberapa pegawai untuk melakukan pencarian hilangnya sertifikat tersebut namun tidak di temukan dan ada kemungkinan selip atau hilang karena banyaknya nasabah yang pinjam mencapai ribuan dan sementara tidak di ketemukan dan bisa juga hilang , jelas Marta pada awak media saat di wawancarai di ruang kerjanya jum’at 27-3-2020 sekira pukul 9,30 wib pagi tadi.

Selanjutnya masih menurut Marta pihaknya selaku kepala unit sudah bertemu dengan nasabah dan tetap bertanggung jawab dan seandainya dalam waktu tertentu juga tidak di temukan maka pihak bank akan membuatkan sertifikat baru , kilahnya dan berharap pada awak media agar persoalan ini jangan di publikasikan.

Sebelumnya telah di beritakan bahwa Agustina Dwi Handayani warga jl pisang RT 33 RW 11 kelurahan yosomulyo kecamatan metro pusat awalnya mengajukan Pinjaman dana ke BRI unit Bantul kecamatan metro barat kota metro sebesar Rp.10.000.000, jangka waktu 36 bulan dengan angsuran perbulan sebesar Rp.381.000,

Pinjaman tersebut pada tanggal 10 Juli 2014 sampai dengan 2017 di nyatakan lunas , namun beberapa kendala karena faktor ekonomi sehingga masih ada tunggakan 2 bulan dan di lunasi pada bulan Desember 2019 sebesar Rp.1.000.000 dan yang Rp.800.000,. Di bulan Januari 2020. Jelas hadir selaku suami kepada awak media.

Masih menurut haidir bahwa setelah melunasi pinjaman dan dengan melampirkan beberapa berkas persyaratan sudah di lengkapi sesuai saran pegawai bank BRI , untuk mengambil jaminan berupa sertifikat atas nama peminjam, dan berkas tersebut sudah di berikan pada pegawai bank ( wanita yang duduk di loket depan ).

Ironisnya setelah 2 bulan berjalan peminjam mempertanyakan soal jaminan ( sertifikat ) namun pihak pegawai bank selalu mengatakan bahwa pimpinan sedang keluar ( survey) peminjam disuruh datang seminggu lagi untuk ketemu pimpinan.

Lagi lagi janji tinggal janji bahwa pegawai bank selalu memberikan janji manis dan hasilnya untuk pengambilan sertifikat gagal lagi .

Sekitar tanggal 15 Maret 2020 2 orang pegawai BRI unit Bantul mendatangi kediaman peminjam di yosomulyo , atas kedatangannya tidak memberikan sinyal tanda tanda pengembalian sertifikat hanya saja keduanya meminta tanda tangan peminjam dengan alasan tidak jelas, dan hal tersebut di tolak mentah mentah oleh peminjam ( Agustina )

Selanjutnya ke 2 pegawai bank hanya berpesan pada peminjam agar jangan melibatkan pihak pihak lain, baik suami ataupun media jelasnya pada awak media dini hari 24 Maret 2020.

Haidir juga tetap meminta pertanggung jawaban pihak bank , agar sertifikatnya di kembalikan ke nasabah pasalnya pinjamansudah lunas dan tidak ada masalah lagi.

Ancaman yang di berikan pada pihak bank bila waktu dekat ini sertifikat tidak di kembalikan maka pihaknya akan laporkan persoalan ini pada pihak Mapolres metro guna di proses sesuai dengan hukum mengingat pihak bang yang lalai telah menghilangkan sertifikat milik nadabah. Jelasnya pada wartawan.(Din)