Kepala Puskesmas Ogan Lima Disidang Terkait Korupsi Dana BOK

Korupsi Dana Bok Kepala Puskesmas Ogan Lima Disidang

Ruang sidang korupsi dana operasional kesehatan dengan tersangka kepala puskesmas di Lampura.

Lampung Utara – Jaksa pada Kejaksaan Negeri Lampung Utara menyidangkan perkara dugaan korupsi alokasi dana bantuan operasional kesehatan (BOK) Puskesmas Ogan lima di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 27 Agustus 2020. Sidang menghadirkan terdakwa Eka Antoni (54), PNS selaku plt Kepala Puskesmas Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara.

Jaksa Aditya Nugroho dalam dakwaannya mengatakan pada 2017 terdakwa secara melawan hukum melakukan kegiatan yang tidak dilaksanakan berupa kegiatan program belanja perjalanan dinas, belanja ATK, belanja makan dan minum rapat, belanja makan dan minum harian pegawai. Hal tersebut bertentangan dengan Pasal 18 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

“Terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu Rp118 juta lebih atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, yang dapat merugikan keuangan negara,” kata Aditya.

Jaksa menjelaskan perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Perbuatan terdakwa bersama-sama dengan saksi Nurhayati mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp118 juta sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan investigatif penghitungan kerugian keuangan negara tahun anggaran 2017 nomor: 61/LHP/XXI/12/2019 tanggal 31 Desember 2019 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia,” katanya. (LP)

Share