Ketua Komite SMAN I Pekalongan Kecewa Oknum Kepsek SMAN 1 Pekalongan Tidak Transparan

B19c608c 06be 465d 89a9 Dff348432b06

Lamtim, etalaseinfo.com – Komite tidak perlu sekolah, namun Sekolah perlu komite, pribahasa itu sepertinya layak untuk di jadikan sebuah acuan bagi Dunia Pendidikan, mengingat komite memang sangat di butuhkan bagi pihak sekolah dengan tujuan adanya komite akan lebih mempermudah hubungan antar pihak sekolah dengan pihak wali murid, selain itu keberadaan komite sebagai mitra dari sekolah yang juga merupakan jembatan untuk kepentingan kedua belah pihak di sekolah, oleh karena itu keberadaa komite tidak bisa lepas atau dilepaskan dalam kepentingan sekolah, dan selain fungsi kontrol komite juga merupakan sebuah wadah yang dapat menguntungkan bagi kemajuan pendidikan, maka tidak dapat di anggap remeh arti dan pungsi komite dalam atau ikut mencerdaskan anak didik.

Namun sangat ironis yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri ( SMAN) 1 Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. sejak sekolah tersebut di bawah kepemimpinan Tumin, ternyata komite hanya di jadikan simbul semata, tanpa adanya kerjasama yang baik justru terkesan komite sudah ditiadakan atau tidak difungsikan lagi.

Sebagaimana pengakuan ketua Komite Bambang Santoso, saat di konfirmasi oleh awak Media ini di kediamannya Selasa 8 Agustus 2020, berkenaan dengan adanya kegiatan Pembangunan Laboratorium Biologi dan Kegiatan Rehabilitasi Toilet/ Jamban yang kesemuanya bersumber dari Anggaran Dana Alokasi Khusus(DAK), dengan nilai masing masing sebesar Rp. 308.291.000 dan Rp 233.691.000. dengan sistem pengerjaannya Swakelola/Panitia Pembangunan.

Dalam keterangannya, Bambang mengatakan bahwa selama Tumin menjabat Kepala Sekolah hanya sekali datang kerumah, yang intinya memperkenalkan diri, dan kalau yang berkaitan dengan adanya pembangunan selama ini komite tidak pernah atau sama sekali di libatkan baik mulai dari pembuatan lapangan sampai adanya proyek sekarang ini, dan selain itu juga, saya tidak pernah menandatangani apa pun yang berkaitan dengan proyek yang ada di sekolah.

Memang pernah pada awalnya Kepala Sekolah saya tanya, apa pekerjaan tersebut tidak membentuk sununan Panitia, dijawabnya “iya” kata Kepala Sekolah, alhasil ternyata sampai detik ini komite tidak pernah tahu dan tidak pernah diberitahu seperti apa dan sudah sampai di mana nilai pekerjaan itu. Karena semua itu sudah di tangani sendiri oleh Kepala Sekolah ungkapnya.

276431cb 2261 4ded A972 4272d3a2d827

Selanjutnya pengakuan berbeda dari Kepala Sekolah( Tumin), ketika Awak Media ini mempertanyakan prihal pembangunan tersebut justru dengan tegas jawabnya bahwa pelaksanaan itu langsung di kerjakan oleh komite Sekolah.

Dengan adanya dua jawaban maupun pengakuan yang berbeda antara Komite dan Kepala Sekolah patut di duga pembangunan tersebut kental adanya tindak penyelewengan anggaran demi untuk mengeruk keuntungan pribadi
atau pun kelompok.

Ketua LSM Goverment Tranformation Of Indonesia ( GOTI) Lampung, Bambang Suyitno saat di konfirmasi terkait hal tersebut, pihaknya dalam kurun waktu dekat akan membawa persoalan ini dan melaporkan ke instansi terkait hingga keranah Hukum, bila hal tersebut di pandang Perlu (Din ).

Share