Ketua Pepadi Lampung Apresiasi Wali Kota Bandar Lampung Lestarikan Budaya Indonesia

0
1
Salah satu dalang sedang memperagakan kebolehannya memainkan wayang kulit dalam penutupan festival dalang wayang kulit Kota Bandarlampung 2020, Sabtu malam (23/2/2020).

Bandar Lampung – Ketua Persatuan Pendalangan Indonesia (Pepadi) Lampung, Sugeng P Hariyanto mengapresiasi Wali Kota Bandarlampung Herman HN. Sebab ikut serta dalam melestarikan salah satu budaya Indonesia yakni Wayang Kulit.

“Wayang ini adalah budaya Indonesia Adi Luwung tentunya saya mengucapkan terimakasih kepada wali kota yang menghargai budaya ini. Dengan mengadakan festival Pendalangan wayang kulit ini,”. Kata Mantan Rektor Universitas Lampung ini, usai penutupan Festival Wayang Kulit, di Bandarlampung, Sabtu malam.

Ia pun menginginkan ke depan semua kabupaten/kota di Provinsi Lampung mengadakan kegiatan serupa. Untuk menjaga budaya ini agar tidak punah dimakan zaman sebab dari 15 kabupaten/kota baru. Sekitar empat daerah saja yang melaksanakan kegiatan seperti ini.

Di Lampung, kata dia, baru Kabupaten Pringsewu, Lampung Barat, Lampung Tengah dan Kota Bandarlampung yang menyelenggarakan kegiatan seperti ini tiap tahunnya. Ke depan pihaknya ingin bekerjasama dengan semua kabupaten/kota agar festival wayang kulit diadakan minimal setahun sekali di daerah mereka.

“Sekarang ada otonomi daerah sehingga anggaran dapat fokuskan untuk menegakkan budaya baik lokal maupun nasional,” jelasnya.

Dia mengatakan, budaya wayang kulit tidak hanya menyebar di daerah Jawa saja namu di luar Jawa bahkan Internasional terus berkembang. Jangan sampai di Negara lain kegiatan ini terus berjalan di Indonesia tidak berjalan.

Sementara itu Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengungkapkan bahwa pemenang Festival Dalang Wayang Kulit ini akan dipromosikan melalui ajang yang sama di kancah nasional.

“Kita akan ikutkan para juara untuk ikut festival nasional, ini tidak lain agar budaya Nusantara kita terus dikembangkan di Indonesia. Khususnya Bandarlampung,” kata dia.

Menurutnya, kegiatan yang di adakan setiap tahunnya sejak menjabat tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota Bandarlampung untuk melestarikan budaya baik itu lokal maupun nasional agar tetap terjaga.

“Sebelum masa jabatan saya habis mudah-mudahan kegiatan ini bisa kita laksanakan kembali satu kali lagi. masalah ke depan akan dilanjutkan atau tidak itu tergantung kebijakan pimpinan mendatang,” kata dia. (Ant)