Kinerja Nakes Covid-19 di Lampura Dikeluhkan Warga

Warga Keluhkan Kinerja Nakes Covid 19 Di Lampura

Proses Penjemputan Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Lampura yang menjadi salah satu keluhan penanganan kasus paparan corona.

Kota Bumi – Warga mengeluhkan kinerja tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Lampung Utara dalam upaya percepatan penanggulangan kasus covid-19. Pasalnya, warga yang terpapar covid-29 kurang mendapatkan perhatian khusus dari petugas kesehatan di lapangan. 

“Seperti kemarin yang menjemput kami, itu tidak ada yang berasal dari petugas kesehatan. Seperti dokter, perawat atau petugas kesehatan lainnya melakukan pemeriksaan ataupun memberi konsultasi, “kata salah seorang penderita (terkonfirmasi positif) asal Kecamatan Kotabumi Selatan, ZA, Senin, 14 September 2020 petang.

Sampai saat ini pasien hanya diberitahu melalui sambungan ponsel. Tidak ada pemeriksaan maupun konsultasi terhadap keluhan dialami.

Sementara yang dibutuhkan bagi penderita adalah kehadiran dan motivasi nakes untuk dapat bertahan dan kembali sehat.

Begitu juga saat akan memberikan vitamin. Mereka hanya diberi tahu melalui pesan atau saluran telpon. Sehingga warga  mempertanyakan eksistensi petugas kesehatan terkait tugas dan tanggung jawabnya.

“Padahalkan mereka memiliki kode etik, dokter maupun petugas kesehatan lainnya berada dibawah (puskesmas). Tapi itu seperti tidak ada dikabupaten tercinta ini. Begitu juga dengan aparat yang ada dikelurahan, tak ada menengok untuk sekedar memberikan motivasi, “terangnya.

Maka, warga  berharap kepada pemerintah daerah memberikan masukan terhadap pelayanan dasar masyarakat, khususnya mereka terpapar covid-19. 

“Kami berharap ini tidak berlarut, sebab, apa kami yang mengalami musibah sudah cukup mendapatkan cemooh atau bullyan lainnya. Jangan sampai karena ketakutan atau hal lainnya sehingga ditelantarkan begitu saja, padahal kita-kita ini adalah warga negara Indonesia yang mesti dapat perlakuan sama. Baik itu dalam segi pelayanan maupun hukum, “tambah penderita lainnya, SA. 

“Bagaimana kalau itu menimpa keluarganya, adakah empati kepada mereka. Jangan karena kami warga biasa diseperti ini kan, kami berharap pemerintah tidak tutup mata akan kinerja jajarannya dibawah. Khususnya kepada tenaga kesehatan maupun unsur pemerintah kelurahan, “pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Manan, sekaligus Wakil Sekretari GTPP menyangkal hal itu. Menurutnya, petugas kesehatan bekerja dilapangan telah seuai denga mekanisme dan prosedur ditetapkamnya. Khususnya dalam penanganan warga terkonfirmasi covid-19, mulai dari penanganan pasca penjemputan maupun sebelum dijemput.

“Kalau dalam mekanisme itu mereka selalu turun kelapangan, apalagi saat perawatan. Minimal 2 kali seminggu tatap muka, bersama perawat atau bidan. Selain melakukan perawatan juga mengakomodir konsultasi sipasien, jadi tidak ada seperti itu, “tambahnya. (LP)

Share