Kirim Pasien Covid-19 ke RS Jika Fasilitas Isolasi Mandiri Tak Mendukung

Hasil Tes Rapid Suami Pasien 08 Covid 19 Metro Reaktif

Bandar Lampung – Sebagian pasien konfirmasi positif Covid-19 di Lampung menjalani isolasi mandiri dan itu itu dicurigai sebagai penyebab munculnya klaster keluarga. Sebab, banyak pasien yang tidak tertib dalam menjalani isolasi mandiri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana menjelaskan pasien yang sedang isolasi mandiri di rumah tidak boleh interaksi langsung dengan keluarga. Hal itu karena akan menularkan virus kepada anggota keluarga lain.

“Isolasi mandiri harus ketat, tidak boleh duduk-duduk atau berkumpul dan mengobrol dengan keluarga,” kata dia, Kamis, 10 September 2020.

Untuk menjalani isolasi mandiri, tempat isolasi harus memiliki kamar pribadi untuk pasien agar tidak terjadi kontak dengan keluarga. Hal itu juga termasuk dengan perlengkapan yang digunakan sehari-hari, seperti kamar mandi, alat mandi, hingga tempat tidur.

Dia menambahkan isolasi hanya diperuntukkan pasien terkonfirmasi yang benar-benar tidak memiliki gejala. Jika memiliki gejala, pasien harus dikirim ke rumah sakit agar tidak terjadi penularan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung itu menekankan kepada satgas di seluruh daerah untuk memastikan pasien dan kelayakan tempat isolasi mandiri. Jika tidak memungkinkan isolasi mandiri, ia meminta agar pasien langsung dibawa ke rumah sakit.

“Kalau tidak memungkinkan, silakan bawa ke rumah sakit. Kalau fasilitas di daerah kurang, kirim ke RSBNH, kami siap,” ujarnya. (LP)

Share