Kominfo Normalisasi Fitur Medsos dan Pesan Instan

0
3

Tanggamus, etalaseinfo.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia telah menormalisasi semua fitur media sosial (Medsos) dan pesan instan semisal Whatsapp, Sabtu (25/4/19) siang.

Hal itu seiring dengan siaran pers Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, yang diterima Humas Polres Tanggamus / polrestanggamus.com pukul 15.30 Wib.

“Pada hari Sabtu (25/05/2019) Pukul 13.00 WIB, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan normalisasi pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan pesan instan,” dalam siaran pers No. 107/HM/KOMINFO/05/201.

Menteri Kominfo Rudiantara bahwa normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video itu diambil karena situasi yang kondusif.

“Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging difungsikan kembali,” jelasnya.

Pada point ketiga, Menteri Kominfo Rudiantara mengajak semua warganet agar senantiasa menjaga dunia maya dan dipergunakan untuk kegiatan positif.

“Saya mengajak semua masyarakat pengguna media sosial, instant messaging maupun video file sharing untuk senantiasa menjaga dunia maya Indonesia. Digunakan untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Selanjutnya, Menteri Kominfo juga mengajak warganet Indonesia untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi.

“Ayo kita perangi hoaks, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan,” kata Rudiantara.

Kementerian Kominfo mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta.

Kesempatan itu juga, Kementerian Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (uninstall) aplikasi virtual private network (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna. (*)