Komitmen Pemprov Lampung Berdayakan Kaum Disabilitas

0
2
Riana Sari Arinal hadir dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bandarlampung, Rabu 04/12/2019

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memberdayakan kaum disabilitas di momen peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019.

“Melalui momen peringatan Hari Disabilitas Internasional, Pemerintah Provinsi Lampung, Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, Bank Lampung berkomitmen memberdayakan kaum disabilitas melalui deklarasi menjadi pembina lembaga kesejahteraan sosial,” ujar Ketua Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, dalam mengemban tugas menjadi pembina kesejahteraan sosial, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan beberapa upaya yaitu dengan melakukan pendampingan usaha ekonomi produktif, serta edukasi sosial bagi penyandang disabilitas di Provinsi Lampung.

“Deklarasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen, dan  bukan hanya dari pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat pun ikut serta mewujudkan kemajuan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas sehingga terciptanya kesejahteraan dan kesetaraan,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni.

“Sesuai dengan tema peringatan Hari Disabilitas Internasional yaitu Indonesia Inklusi bagi penyandang disabilitas, dimana kita harus membentuk kesadaran akan pentingnya menjangkau kaum disabilitas agar memperoleh kesempatan yang sama,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni.

Menurutnya, komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberdayakan kaum disabilitas dilakukan sesuai dengan misi ketiga pemerintah yaitu adanya pemberdayaan kaum perempuan, perlindungan anak dan kaum disabilitas.

“Dalam melaksanakan komitmen tersebut pemerintah telah melakukan beberapa upaya salah satunya melalui rehabilitasi di dalam panti dan juga melalui penjangkauan penyandang disabilitas yang dilakukan oleh tim khusus,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya tim yang menjangkau penyandang disabilitas diharapkan dapat menghilangkan stigma di masyarakat bahwa penyandang disabilitas menjadi aib keluarga.

“Cara pandang yang salah terhadap kaum disabilitas diharapkan akan berkurang sebab mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan kita, untuk memperoleh kehidupan layak, pendidikan, dan kemandirian,” ujarnya.  (Ant)