Kondisi Kejiwaan Diketahui Berdasarkan Pemeriksaan Intens

Kondisi Kejiwaan Diketahui Berdasarkan Pemeriksaan Intens

Bandar Lampung – Seorang yang dikatakan mengalami gangguan jiwa jika tidak bisa menetapkan posisinya pada lingkungan sosial dan juga tidak memahami norma dan nilai sosial. Jika ada dua pandangan berbeda, perlu dilakukan uji klinis untuk membuktikannya. 

Hal ini disampaikan psikologi Universitas Lampung Diah Utami Ningsih terkait kondisi kejiwaan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Jika terdapat dua sudut pandang yang berbeda antara keluarga dan kesaksian warga ataupun pihak terkait, perlu dilakukan uji klinis secara intensif agar dapat dibuktikan.

“Untuk mengatakan seseorang mengalami gangguan jiwa perlu ada pemeriksaan, kemudian ada diagnosis dan prognosis yang berhak melakukan adalah rumah sakit rujukan pemerintah seperti di RSJ,” ujarnya, Senin, 14 September 2020.

Dia menambahkan setelah melalui prosedur tersebut bisa dapat dikatakan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental atau tidak. Untuk itu, agar kedua pihak dan publik tidak bertanya-tanya tentang psikologinya pemuda yang menusuk Syeh Ali Jaber perlu dilakukan pemeriksaan secara intens.

“Kita tidak bisa mendiagnosis seseorang itu dari perilaku yang tampak saja. Jika terdapat dua pendapat yang berbeda mengenai apakah dia mengalami ganguan jiwa atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan intens agar dapat diketahui hasilnya,” katanya. (LP)

Share