Korban Salah Sasaran Pemukulan Oknum Aparat Diduga Seorang Karyawan Konter

Asep saat diamankan aparat.Istimewa

Bandar Lampung – Seorang karyawan atau sales ponsel diduga jadi korban salah sasaran dan dipukuli aparat Polda Lampung pada Rabu malam, 7 Oktober 2020. Korban bernama Asep Nasrullah (24), warga Kelurahan Sukarame II, Telukbetung Barat.

Dia menjadi korban pemukulan beberapa okum aparat yang saat itu sedang melakukan penyisiran terhadap oknum yang berbuat anarkis usai demo penolakan omnibus law di minimarket daerah Pengajaran, Telukbetung Utara.

Saat itu, ia baru saja bertransaksi dengan konsumen (COD), lalu hendak kembali ke tempatnya bekerja untuk melaksanakan rapat. Kemudian tiba-tiba ada kericuhan antara aparat dan massa yang anarkis.

“Saya takut, mau muter enggak bisa, jadi saya cari minimarket terus saya kira di situ aman,” ujarnya.

Namun, saat itu ia ditarik keluar lalu aparat berpakaian pelindung lengkap (dalmas) dan beberapa yang tidak memakai pakaian antihuru-hara, memukulinya beberapa kali. Padahal, ia sudah berulang kali menyatakan bukan masa pedemo, hanya pegawai toko ponsel.

“Ada satu yang enggak mukul, dia tanya pelan-pelan ke saya, saya jelaskan, sudah itu saya disuruh pulang,” ujarnya.

Ia pun mendapat perawatan di RS A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dan sudah dirontgen. Kendati hasilnya belum keluar, ia mengalami luka-luka di kening bagian dalam agak masuk, kaki hingga bibirnya. “Saya sempat jatuh pas sampai rumah,” katanya.

Meskit tak melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung, ia dan keluarga berharap ada tanggung jawab dari kepolisian. 

Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad belum bisa dikonfirmasi, ponselnya dalam keadaan tak aktif ketika dihubungi, Kamis malam, 8 Oktober 2020. (LP)

Bagikan