KPU Lamtim Siapkan 9 Skenario Protokol Kesehatan saat Pemungutan Suara

Kpu Lamtim Siapkan 9 Skenario Protokol Kesehatan Saat Pemungutan Suara

Ketua KPU Lamtim Wasiat Jarwo.

Sukadana – Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamtim siapkan sembilan skenario penerapan protokol kesehatan dalam proses pemungutan suara.

Ketua KPU Kabupaten Lamtim, Wasiyat Jarwo Asmoro, menjelaskan skenario pertama adalah pembatasan jumlah pemilih maksimal 500 orang di setiap TPS.

Kemudian pada undangan form C6 akan ditulis waktu pemungutan suara untuk masing-masing pemilih. “Penulisan waktu pemungutan suara itu juga untuk masing-masing pemilih berbeda untuk menghindari penumpukan di TPS,” kata Wasiyat Jarwo.

Namun demikian, ketentuan itu tidak mengurangi hak pemilih yang datang di luar waktu yang telah ditentukan. Sebab proses pemungutan suara di TPS akan dibuka mulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Skenario selanjutnya sebelum pemungutan suara, lanjut Wasiat, TPS akan disterilisasi melalui penyemprotan disinfektan, diberikan jarak tempat duduk diatur sesuai dengan protokol kesehatan, disediakan alat cuci tangan pakai sabun, dan lain-lain.

Kemudian penyelenggara dan pemilih diwajibkan mengenakan masker. Bila tidak membawa akan disiapkan oleh KPPS. Lalu di setiap TPS akan disiapkan sarung tangan sekali pakai untuk pemilih saat menyalurkan hak pilihnya. 

Selanjutnya, alat coblos berupa paku yang digunakan hanya sekali pakai. “Jadi setelah digunakan alat coblos berupa paku itu langsung diganti dengan yang baru,” katanya.

Skenario ketujuh, sebelum bertugas, KPPS akan menjalani tes rapid. Bagi KPPS yang reaktif tidak diperkenankan menjalankan tugasnya. Kedelapan, tinta untuk bukti pemilih yang telah menyalurkan hak pilih bukan dicelupkan tetapi diteteskan. Skenario terakhir, sebelum masuk ke TPS, pemilih akan diperiksa suhu tubuh. Bila suhunya di atas 37 derajat celcius akan disiapkan bilik khusus. 

“Jadi untuk pemilih dengan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius tidak menyalurkan hak pilih di bilik yang digunakan pemilih lain. Skenario yang kami siapkan itu merupakan salah satu upaya guna mencegah pandemi covid-19,” tambah Wasiyat. (LP)

Share