KPU Sarankan Ike-Zam Ajukan Sengketa ke Bawaslu

Ketua Kpu Bandar Lampung 750x563

Bandar Lampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung menyarankan Pasangan bakal calon perseorangan Ike Edwin – Zam Zanariah, untuk mengajukan gugatan ke Bawaslu Bandar Lampung.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi, Sabtu, 22 Agustus 2020. Dedy menjelaskan, apabila keberatan pasangan calon dapat melakukan upaya hukum dengan mengajukan sengketa ke Bawaslu selama 3 hari setelah rapat pleno KPU sejak 22-24 Agustus 2020.

“Mengenai waktu pembacaan berita acara hasil rapat pleno dijelaskan, pada pukul 18.10 WIB rapat pleno diskors untuk salat magrib. Skors yang disepakati sebanyak 15 menit. Usai skors melewati waktu 15 menit, kemudian KPU membacakan hasil rapat pleno,” ujarnya, Sabtu.

Ia mengakui dalam ruangan rapat pleno memang tidak ada bakal calon wali kota Ike Edwin, namun ada bakal calon wakil wali kota Zam Zanariah. Sehingga pembacaan hasil rapat pleno tersebut dapat dilanjutkan.

“Paslon dapat melakukan upaya hukum dengan mengajukan sengketa di bawaslu selama 3 hari setelah rapat pleno KPU sejak 22-24 Agustus,” bebernya.

Sebelumnya, dalam rapat pleno tim dari bakal pasangan calon perseorangan Ike Edwin-Zam Zanariah keberatan dan melakukan pencocokan data terkait data pembanding yang dimiliki tim calon perseorangan di masing-masing kecamatan. 

Dari hasil pencocokan data tersebut ada penambahan di empat kecamatan yakni Bumi Waras, Panjang, Rajabasa, dan Sukabumi. Sehingga hasil rekapitulasi dukungan tingkat kota dengan jumlah dukungan Ike Edwin-Zam Zanariah yang sebelumnya 9.221 menjadi 10.264.

“Jika ditambah hasil verifikasi faktual pertama sejumlah 22.847 hasilnya 33.111 dukungan. Jumlah ini belum cukup untuk maju pada Pilkada Kota Bandar Lampung dimana harus mengumpulkan minimal 47.864 dukungan,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut KPU kota Bandar Lampung menyarankan pasangan bakal calon dua bintang bersinar tersebut untuk mengajukan sengketa ke Bawaslu Kota Bandar Lampung. (LP)

Share