Kunjungan Wisata Lambar Meningkat 60% Meski di Tengah Pandemi

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Lampung Barat Tri Umaryani.

Liwa – Jumlah kunjungan objek wisata di Lampung Barat (Lambar) sepanjang 2020 mengalami peningkatan hingga 60% dibanding angka kunjungan di tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Lampung Barat Tri Umaryani mengatakan, meskipun suasana sedang di tengah masa pandemi Covid-19 namun jumlah kunjungan wisata justru meningkat signifikan.

“Meskipun sejak Maret lalu terjadi pandemi Covid-19 tapi kunjungan wisata justru meningkat secara signifikan dari tahun sebelumnya,” kata Tri, Rabu, 6 Januari 2021. 

Kunjungan di seluruh objek wisata yang tersebar di Lambar selama 2020 mencapai 177.555 orang. Data itu meningkat sebesar 60% bila dibanding tahun 2019 yang jumlahnya hanya 110.285 orang.

Ia mengakui, berdasarkan data kunjungan itu dapat dipastikan bahwa kunjungan wisata terbanyak masih didominasi objek wisata Kebun Raya Liwa (KRL). Dari 177.555 data kunjungan itu, sebanyak 45.026 orang diantaranya yaitu ada pada KRL.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam daerah saja akan tetapi juga banyak dari luar daerah. Pengunjung objek wisata KRL merupakan pengunjung terbanyak dikarenakan lokasinya mudah dijangkau yaitu lokasinya tidak jauh dari pusat kota Liwa dan merupakan satu-satunya kebun raya di Lampung.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung wisata pada 2020 di Lambar itu adalah menunjukan bahwa tren wisata dimasa pandemi. Di masa pandemi dipastikan masyarakat lebih menyukai datang ke objek wisata alam ketimbang wisata lainya.

Peningkatan itu menunjukan bahwa geliat dan keberadaan wisata di Lambar ini sudah mulai dikenal wisatawan luar daerah. Namun demikian, setiap pengunjung yang datang ke lokasi objek wisata sejak adanya pandemi itu tetap diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan disetiap objek wisata.

Peningkatan angka pengunjung wisata ini, lanjut dia, juga tidak terlepas dari upaya promosi, baik yang dilaksanakan pihaknya maupun dari masyarakat itu sendiri melalui kelompok sadar wisata disetiap pekon. Apalagi tahun 2020 jumlah kelompok Pokdarwis di Lambar telah terjadi  penambahan dari 18 menjadi 32 Pokdarwis. Kemudian promosi yang dilakukan masyarakat melalui medsos tentu juga sangat mendukung.

“Geliat wisata Lambar yang mulai meningkat setelah adanya gerakan wisata lokal di masa pandemi yang dimotori bupati ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan perekonomian masyarakat Lambar,” kata Tri.  (LP)

Bagikan