Dinas PPA Lampung Gelar Sosialisasi Partisipasi Media Dalam Pemberitaan Anak

0
4
Redaktur LKBN Antara Biro Lampung Budi Santosobudiman, menjadi narasumber sosialisasi partisipasi media dalam pemberitaan yang responsif gender dan ramah anak, di Bandarlampung, Kamis (21/8/2019). (Ant)

Bandarlampung – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung menggelar sosialisasi partisipasi media dalam pemberitaan yang responsif gender dan ramah anak. Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka oleh Kabid Data, Informasi Gender dan Anak Dinas PPPA Lampung Hermansyah Saleh, sekaligus turut menjadi pemateri, di Bandarlampung, Kamis.

Narasumber kegiatan tersebut adalah Redaktur LKBN Antara Biro Lampung Budisantoso Budiman dan saksi ahli Dewan Pers di Lampung Oyos Saroso. Sementara peserta sosialisasi diikuti oleh puluhan wartawan dan aktivis perempuan dan anak.

Budisantoso Budiman menyampaikan materi bertema “Pedoman Etik dan Standar Pemberitaan Ramah Perempuan, Anak, dan Hak Asasi Manusia (HAM) menjelaskan, bagaimana media ramah menulis isu kekerasan perempuan dan anak, yang sampai saat ini masih banyak media abaikan.

“Jurnalis dalam pekerjaannya merdeka, bebas, dilindungi Pancasila, UUD 1945, dan Deklarasi HAM PBB,” ujarnya. Aparat atau pejabat yang melanggar aturan atau pedoman bisa dipidana melanggar pasal UU No. 40 Tahun 1999.

Namun, dalam melaksanakan fungsi hak dan kewajiban dalam peranannya, pers wajib menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Budi menjelaskan, untuk pemberitaan yang berkaitan dengan kekerasan perempuan dan anak, diharapkan tidak terlalu vulgar, dan wajib menyembunyikan identitas korban atau pelaku, terlebih masih di bawah umur. “Jika membuat berita kekerasan anak dan perempuan, seperti asusila dan lain sebagainya, media memiliki kode etik jurnalistik, dan diminta bisa menghargai korban maupun pelaku yang menjadi narasumber yang diwawancarai, dengan menyembunyikan identitasnya,” ujar mantan Kabiro LKBN Antara Biro Sumsel itu. (Ant)