Langkah Extra Ordinary Bangkitkan Perekonomian

Kadis

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Lampung Agus Nompitu.

Bandar Lampung – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Memberikan dampak bagi sektor perekonomian apalagi di bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Lampung Agus Nompitu mengatakan perlu langkah extra ordinary atau luar biasa untuk membangkitkan perekonomian di Provinsi Lampung. Pihaknya terus mendorong berkembangnya UMKM. Untuk membangkitkan UKM tersebut dari tim percepatan akses baik stimulus-stimulus maupun insentif yang diberikan kepada pelaku usaha koperasi dan UMKM yang terdampak covid-19. 

“Upaya kita untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi tentunya dengan suatu langkah yang extra ordinary, harus luar biasa. Salah satu kuncinya ialah stabilitas keuangan,” katanya di Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Lampung, Senin, 29 Juni 2020.

DIa mengatakan pihaknya bersama tim percepatan akses keuangan daerah menyiapkan stimulus untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah guna berkembangnya UMKM Lampung di masa pandemi. Oleh sebab itu upaya untuk mengembalikan recovery pertumbuhan ekonomi terus dilakukan. Saat ini di triwulan pertama masih di angka 1,73%, tentukan harus ada satu langkah kebijakan yang extra ordinary.

“Oleh sebab itu pengawalan dari sisi fiskal dan moneter bersama perbankan, pemerintah dan juga refocusing ini harus betul-betul terukur dan dirasakan langsung pada masyarakat,” katanya.

Ia menceritakan bentuk stimulus ini tentu banyak hal diantaranya adalah stimulus dalam bentuk restrukturisasi maupun relaksasi dari kebijakan keuangan. Jadi, ada kemudahan dalam menerima kredit lalu ada juga penundaan bunga yang termasuk angsuran yang diberikan selama 6 bulan sejak bulan Mei. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung sendiri melalui para mitra nasabah UMKM. Yang memiliki kerjasama sebagai mitra dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Itu dapat penundaan selama 1 tahun.

“Penundaan itu terhitung sejak pengajuan dari UMKM, lalu ada struktur restrukturisasi dan relaksasi. Dari sisi yang lain itu diberikan insentif pajak yang selama ini pajaknya 0,5% ini PPH finalnya itu disubsidi oleh pemerintah. Kami selaku Dinas koperasi akan memfasilitasi itu. Sisi yang lain terus melakukan pelatihan online.dan insyallah akan kita adakan pasar online tahun ini,” katanya. (LP)

Share