Laris Manis Saat Pandemi, Daun Kelor Dipercaya Tingkatkan Imunitas

Jakarta – Daun kelor ramai dicari selama pandemi, kandungan nutrisi dan khasiatnya diklaim mampu meningkatkan sistem imun. Apalagi daun kelor punya rasa enak dan bisa diolah jadi berbagai makanan.

Daun kelor yang punya nama latin Moringa oleifera sudah lama dikenal dengan kandungan nutrisinya yang tinggi. Tak jarang, orang tua zaman dulu menjadikan daun kelor sebagai obat herbal dan bahan makanan.

Selain diolah jadi hidangan enak, daun kelor juga memiliki mitos yang dipercaya sebagai pengusir makhluk halus hingga jadi peluntur susuk. Meskipun hanya mitos, tapi banyak orang Indonesia yang percaya.

Di lain sisi, selama pandemi corona daun kelor menjadi pembicaraan publik karena banyak diburu sebagai makanan peningkat sistem imun. Tak ayal, banyak orang berlomba mencari daun kelor. Sayangnya, daun kelor bukanlah jenis sayuran seperti bayam atau kangkung yang bisa mudah didapatkan di pasar.

Pohon kelor liar kerap jadi sasaran untuk dipetik warga, apalagi tanaman ini juga mudah dibudidaya. Cukup menancapkan batang kelor ke tanah, maka pohon bisa langsung tumbuh tanpa perawatan ekstra.

Berikut fakta unik seputar daun kelor yang jadi primadona sejak masa pandemi corona.

1. Diperkenalkan WHO sejak tahun 1998

Daun kelor memiliki bentuk kecil yang tersusun dalam tangkai lunak. Ukuran pohonnya sedang, namun jika ditanam di media yang luas maka pohon ini bisa tumbuh menjadi pohon besar.

Menurut sejarah, pohon kelor berasal dari India namun pohon ini diketahui bisa tumbuh di beberapa negara termasuk Indonesia. Pohon kelor bahkan cenderung mudah ditemui di beberapa daerah. Tak heran kalau masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan daun kelor.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan daun kelor pada tahun 1998 sebagai alternatif makanan kaya gizi. WHO bahkan menganjurkan agar bayi dan anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan untuk mengonsumsi daun kelor, karena kandungan gizinya yang luar biasa.

2. Kandungan nutrisi daun kelor

Di dalam daun kelor terkandung berbagai nutrisi mulai dari vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan protein. Tak hanya itu, daun kelor juga mengandung antioksidan dan mineral dalam jumlah tinggi.

Jika dibandingkan dengan sumber makanan lain, daun kelor ini mengandung 4 kali vitamin A wortel, 7 kali vitamin C dalam jeruk, 4 gelas kalsium susu, 3 kali potassium buah pisang, zat besi yang lebih tinggi daripada bayam, dan mengandung protein yang setara dalam 2 porsi yoghurt.

Saat dikonsumsi rutin, daun kelor akan memberi banyak manfaat untuk kesehatan. Daun kelor punya rasa enak sehingga bisa diracik jadi berbagai makanan lezat, olahan kelor paling populer yakni dibuat sayur bening.

3. Obat anti kanker dan masalah jantung

Tanaman kelor terbukti sebagai obat anti kanker. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa benzyl isothiosianat dalam tanaman kelor mampu menginduksi apoptosis terhadap sel kanker ovarium. Kandungan alami dalam daun kelor juga dapat menghabisi pertumbuhan sel kanker pankreas secara bertahap.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asia Pacific Journal of Cancer Prevention, kandungan asam amino esensial, fitonutrien karotenoid dan antioksidan dalam daun kelor bisa diandalkan sebagai antibakteri alami dan obat anti peradangan.

Daun kelor juga menjadi obat herbal yang diandalkan untuk mengurangi resiko sakit jantung. Sebuah penelitian dari Journal of Medicinal Food yang dilakukan tahun 2009 menyebutkan bahwa pemberian dosis 200 mg daun kelor bubuk per kg berat badan setiap hari selama 30 hari akan menghasilkan lipid teroksidasi dengan tingkat yang lebih rendah, dan bisa melindungi jantung dari kerusakan struktural.

4. Meningkatkan sistem imun

Dikutip dari Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, daun kelor mengandung nutrisi kompleks yang mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Nutrisi dalam daun kelor juga mudah diserap oleh tubuh jadi khasiatnya sangat bisa dirasakan dengan segera.

Konsumsi daun kelor juga sangat mudah. Buat jadi sayur bening dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih dan garam. Segera santap sayur daun kelor selagi hangat karena khasiat antioksidannya semakin maksimal saat daun kelor masih segar.

5. Olahan daun kelor


Selain bisa disantap sebagai sayur bening, daun kelor juga bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan makanan lain. Daun kelor bisa dijadikan campuran pada telur dadar, campuran urap atau pecel hingga campuran minuman sehat.

Apalagi kini banyak produsen ekstrak daun kelor yang diolah dalam bentuk bubuk dan kapsul. Konsumsi ekstrak daun kelor bisa dijadikan sebagai suplemen. Jadi kalau tak bisa menemukan daun kelor segar maka bisa konsumsi ekstraknya. (Dtk)

Bagikan