Lathi Kalahkan Rekor Lagu Hindia

30ee6957 2b37 4390 A461 49b99739abcb

Jakarta – Lagu Lathi kini tengah begitu populer dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bukan hanya itu, lagu yang merupakan hasil kolaborasi dari Weird Genius dan Sara Fajira itu kini berhasil memecahkan rekor di Spotify Indonesia.

Rekor itu diperoleh Lathi sebagai lagu lokal yang menjuarai tangga lagu Indonesia Top 50 dengan durasi terlama. Lathi berhasil bertahan selama enam minggu sejak 10 Mei 2020 hingga pekan ini.

Sebelumnya, rekor yang sama dipegang oleh Baskara Putra dengan moniker Hindia lewat lagu Secukupnya yang terdapat di album perdananya, Menari Dengan Bayangan.

“Indonesia begitu kaya akan talenta dan kami bangga bisa mendukung musisi seperti Weird Genius yang mewakili keberagaman luar biasa serta kesenian lokal,” ujar Head of Artist dan Label Partnership Asia dari Spotify, Kossy Ng, melalui keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (1/7/2020).

Hingga saat ini, lagu dengan sentuhan lirik dan musik tradisional Jawa itu telah didengarkan oleh lebih dari 19,8 juta kali di Spotify.

Selain memecahkan rekor di Indonesia, lagu itu juga berhasil menduduki posisi pertama tangga lagu Spotify di Singapura (Singapore Viral 50) pada Juni 2020 dan Malaysia (Malaysia Viral 50) pada Mei 2020.

Lathi juga berhasil masuk dalam tangga lagu Global Viral 50 dan bertahan hingga masuk posisi kedua.

B7b670b6 38cd 4d82 A7ad 2dfd8288feca
Sara Fajira

Kepopuleran lagu itu sempat diikuti dengan rumor tidak sedap yang menyebutkan bahwa lagu itu merupakan lagu pemanggil arwah. Meski demikian, baik Weird Genius maupun Sara Fajira telah membantah kabar itu.

Salah satu yang menyoroti keberadaan lagu Lathi sebagai lagu pemanggil setan adalah Wan Dazrin, seorang ustaz dari Malaysia.

Eka Gustiwana sebagai salah seorang personel Weird Genius membantah kabar tersebut. Ia bahkan mengaku bahwa dirinya adalah seorang yang penakut.

“Gue main jelangkung saja takut, beneran deh. Dulu waktu SD teman gue main, gue pergi. Apalagi bikin lagu yang horor,” ujarnya dalam kanal YouTube milik Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu.

“Nggak ada unsur-unsur horor, kami juga nggak ngerti pas dibilang begitu. Gimana cara bikin lagu horor,” sambung Eka.

“Artinya kan kowe ora iso mlayu saka kesalahan, kamu tidak bisa lari dari kesalahan. Ajining diri ana ing lathi, harga diri terletak pada ucapan,” tutur Sara.

Menurut Sara, video klip dari Lathi sengaja dibuat menyeramkan untuk menggambarkan makna dari lagu itu yang berkisah tentang hubungan cinta yang tidak sehat dan saling menyakiti satu sama lain.

Keseraman riasan wajah dalam video klipnya adalah pengibaratan dari sisi gelap tokoh perempuan dalam lagu yang ingin membalas dendam pada kekasihnya.

“Kenapa makeup kayak begitu dan kesannya menyeramkan, maksudnya sisi gelap dari si cewek mau balas dendam sama cowoknya,” jelas Sara.

Dalam sesi live bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sara Fajira juga membantah kabar tersebut. Ia kemudian menjelaskan makna di balik lagu Lathi. (Dtk)

Share