Libur Imlek, Prokes Di Tempat Wisata Diperketat Pemkab Pesawaran

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran El Safri Fahrizal saat dimintai keterangan, Jumat (12/1/2021). 

Pesawaran – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat wisata pada libur Tahun Baru Imlek untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

“Sebenarnya kami sudah lakukan aturan-aturan prokes dari awal pandemi COVID-19 di tempat wisata melalui pendekatan persuasif kepada pengelola wisata, agar mereka disiplin dalam menerapkannya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran El Safri Fahrizal, di Bandarlampung, Jumat.

Selain itu, lanjut dia, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pesawaran serta Dinas Pariwisata juga akan mengecek kepatuhan protokol kesehatan di semua destinasi wisata dengan dibantu oleh personel penegak operasi yustisi.

“Tapi tetap kami akan melakukannya secara persuasif dan humanis karena kan wisatawan ini datang ingin berlibur, tidak mungkin kami bentak-bentak namun lebih ke imbauan agar baik pengunjung ataupun pihak pengelola destinasi wisata taat prokes,” kata dia.

Ia pun mengakui bahwa konsekuensi dari pengetatan-pengetatan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan COVID-19 tentunya mempengaruhi kunjungan wisatawan ke daerahnya.

“Dengan kondisi sekarang pasti ada pengurangan kunjungan wisatawan tapi tidak banyak, dan sejumlah tempat wisata di Pesawaran malah masih membludak dengan pengunjung, nah di tempat-tempat seperti ini kami akan kerahkan Tim Gugus Tugas COVID-19 maupun Dinas Pariwisata untuk mengawasi ketaatan prokes,” kata dia lagi.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan zonasi terdapat 10 titik wisata unggulan laut atau pantai, namun dari sisi variasi Pesawaran memiliki destinasi wisata yang komplit seperti pegunungan, air terjun dan sawah-sawah yang disulap menjadi wisata natural.

“Wisata di sini banyak, karena berdasarkan kebijakan Bupati Dendi Ramadhona, kami juga diharuskan satu desa satu destinasi,” kata dia.

Pada sisi lain, kata dia lagi, guna meningkatkan lagi kunjungan wisatawan ke daerahnya yang memang dikenal dengan keindahan pantainya, Dinas Pariwisata setempat mengubah pola dalam hal promosi destinasi wisatanya.

“Di masa Pandemi ini dalam meningkatkan wisatawan kami mengubah pola, sebab tren wisatawan yang tadinya ramai datang ke lokasi kini cenderung ke arah virtual tourism, maka promosinya juga berubah dimana kami mencoba mengutamakan kesehatannya, seperti mereka datang tidak kemana-mana hanya melewatkan satu hingga dua malam setelah itu pulang,” kata dia pula.

Kemudian, lanjut dia, ke depan setiap pengelola wisata juga dianjurkan harus memilki sertifikat CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah Lingkungan).

“Karena CHSE ini baru, makanya kami butuh pendekatan dahulu ke pengelola wisata ke depan kami akan melakukan sertifikasinya, bukan hanya destinasinya akan tetapi travel agent juga akan disertifikasi namun yang memberikannya bukan kami, tapi ada badan khususnya,” kata dia lagi. (ANt)

Bagikan