Magister Manajemen Unisab Soroti Dampak Pandemi Covid-19 Dalam Seminar Nasional Manejemen Strategi Di Era New Normal

Img 20200813 Wa0024

Bandarlampung, etalaseinfo.com – Sosial dan physical distancing ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi efektif mencegah makin merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19). Namun di bagian lain melumpuhkan sektor ekonomi.

Pariwisata adalah satu sektor yang terkena dampak luar biasa pandemi Covid-19.

Data tenagakerja sektor pariwisata di Lampung sampai 15 Mei 2020, terdapat 5.670 orang yang dirumahkan (unpaid leave).
Jumlah ini diyakini terus bertambah hingga saat ini.

Adalah Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang mengungkapkan fakta ini pada seminar nasional (semnas), yang digelar Magister Manajemendan Fakultas Ekonomi Universitas Sang BumiRuwaJurai (UnivSaburai), Kamis (13/8/2020).

Ia menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertema ”ManajemenStrategi di Era New Normal dari Berbagai Aspek” yang diselenggarakansecara daring.

Menurut Nunik – sapaan akrab Chusnunia Chalim, upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata kini gencar dilakukan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) baru.

Hal ini wajib dipatuhi oleh wisatawan dan pelaku usaha bidang pariwisata.
Salah satunya adalah membuat standar akomodasi untuk pariwisata. Seperti penggunaan double bed dengan kapasitas tamu maksimum dua orang; pengurangan penggunaan kamar hotel dengan hanya mempertahankan 50 persen okupansi; dan pengurangan kapasitas tempat tidur di asrama.
”Termasuk mengurangi kegiatan makan di restoran.
Bila over kapasitas, para tamu akan diarahkan membawa sarapan atau makan malam kekamarnya,” paparNunik.

PresidenDirektur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto membenarkan penjelasan Nunik.

Menurut dia, pandemi ini telah menyebabkan gelombang PHK besar-besaran, kurangnya likuiditas perusahaan, dan melambatnya ekonomid unia.
”Sebabitu, kami berupaya mengadaptasi bisnis dengan protokol new normal. Ini semua untuk menjaga eksistensi usaha dan menjaga kepercayaan publik.

Kebijakan pemerintah, juga amat penting demi mempercepat pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Sekjen Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi Anwar Sanusi. Ia menyoroti pembangunan desa di era new normal. Paling tidak pemerintah pusat telah melakukan tiga langkah: menangani kesehatan warga, membuat jaring pengaman warga miskin, dan upaya membangkitkan ekonomi desa.
Upaya menangani kesehatan warga dilakukan dengan membangun desa tanggap Covid-19.
Sementara, jaring pengaman dengan mengucurkan BLT dari dana desa dan membangkitkan ekonomi lewat kebijakan padat karya.

Narasumber terakhir, dosen pascasarjana Universitas Saburai, Trisnowati Josiah, fokus pada nilai strategis budaya pada manajemen strategi di era new normal.
Dia berpendapat pendekatan budaya dapat menyelesaikan masalah di masyarakat, termasuk dalam menghadapi pandemi. Bahkan memegang peranan sentral dalam mencegah penularan virus.

”Nilai-nilai seperti tanggung jawab, disiplin, tertib, sabar, dan lainnya, tentu mendasari sikap dan prilaku yang berperan penting untuk suksesnya membangun budaya di era new normal,” pungkasnya. (*)

Share