Makanan Tinggi Probiotik Untuk Turunkan Berat Badan

Jakarta – Banyak makanan dan minuman lezat yang mengandung probiotik. Tak hanya enak, makanan tinggi probiotik ampuh menurunkan berat badan dan susutkan lemak di perut.

Probiotik disebut juga sebagai bakteri baik. Mikroorganisme ini menyumbang banyak efek positif bagi sistem pencernaan. Probiotik bisa ditemui dalam makanan dan minuman fermentasi.

Jika dikonsumsi secara rutin, maka makanan dan minuman tinggi probiotik ini bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Dilansir dari HealthLine (26/11) probiotik disebut-sebut bisa membantu menurunkan berat badan serta mengurangi lemak yang menumpuk di perut.

1. Bakteri baik yang hidup dalam sistem pencernaan

Probiotik merupakan bakteri yang secara alami mampu menghasilkan berbagai nutrisi penting. Makanan dan minuman yang mengandung probiotik membantu memecah serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh.

Kemudian serat ini diubah menjadi asam lemak yang membantu melancarkan sistem pencernaan. Ada dua jenis bakteri baik yang hidup di rongga usus manusia yakni bakteroidetes dan firmicutes. Dua bakteri ini juga berpengaruh pada berat badan tiap orang.

Penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa orang dengan berat badan sedang memiliki jumlah keseimbangan bakteri usus yang berbeda dengan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas. Orang dengan obesitas memiliki lebih banyak bakteri firmicutes dan lebih sedikit bakterioid.

2. Cara kerja probiotik dalam tubuh

Probiotik turut mempengaruhi nafsu makan melalui produksi asetat, propionat dan butirat, yang merupakan asam lemak rantai pendek. Beberapa jenis probiotik dapat menghambat penyerapan lemak makanan.

Lemak yang tidak terserap ini kemudian dikeluarkan bersama kotoran. Dengan demikian, probiotik membantu mengurangi tumpukan lemak dalam tubuh. Semakin sedikit jumlah lemak dalam tubuh maka semakin ideal berat badan kamu.

3. Mengatur hormon nafsu makan

Makanan dan minuman tinggi probiotik dapat membantu melepaskan hormon pengurang nafsu makan seperti glukagon-peptida-1 dan peptida YY (PYY). Meningkatnya hormon ini berpengaruh menekan keinginan untuk makan.

Probiotik juga meningkatkan kadar protein pengatur lemak. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan penyimpanan lemak dalam tubuh. Di samping itu, probiotik juga membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

4. Perbanyak makan yoghurt

Sebuah penelitian mengungkap kalau yoghurt dengan kandungan Lactobacillus terbukti ampuh melunturkan lemak-lemak dalam tubuh. Mengonsumsi yogurt dengan kandungan Lactobacillus fermentum atau Lactobacillus amylovorus mengurangi lemak tubuh sebanyak 3-4% selama 6 minggu.

Studi lain yang dilakukan terhadap 125 pelaku diet obesitas menemukan bukti kalau sistem pencernaan mereka lebih sehat setelah rutin mengonsumsi yoghurt dengan Lactobacillus.

Wanita yang mengonsumsi probiotik secara rutin, berpotensi sukses menurunkan berat badan 50% lebih banyak selama 3 bulan. Satu studi yang diikuti 210 orang dengan jumlah lemak perut yang signifikan menemukan bahwa mengonsumsi Lactobacillus gasseri selama 12 minggu mengurangi berat badan, lemak di dalam tubuh, indeks massa tubuh (BMI), ukuran pinggang, dan lingkar pinggul.

5. Sumber makanan probiotik

Yoghurt bukan satu-satunya makanan sumber probiotik. Kamu bisa menemukan kandungan probiotik dalam berbagai makanan fermentasi.

Setidaknya ada banyak sumber probiotik yang bisa diperoleh lewat makanan. Beberapa diantaranya ada kefir, tempe dan kimchi. Di Indonesia, kamu bisa memperbanyak konsumsi tempe untuk mendapatkan probiotik yang bisa membantu menjaga sistem pencernaan sekaligus menurunkan berat badan. (Dtk)

Bagikan