Mantan Ketua DPRD Kritisi Pembangunan Kota Metro Di Diskusi Publik Kota Metro

Metro, etalaseinfo.com – Di masa pandemik covid 19 dan menjelang Pilkada kota metro ,beberapa media yang tergabung di media global propinsi Lampung mengadakan diskusi publik dengan tema diskusi publik berseri.

Diskusi publik berseri kota metro di adakan di aula rumah makan viral 16 C mulyojati kota metro berjalan cukup apik.

Dalam diskusi publik tersebut menghadirkan para narasumber mantan ketua DPRD kota metro Sudarsono ,ketua DPD Kwri kota metro Mustoha ketua LSM GMBI selamat Riyadi , dan perkopinda kota metro Handoko dari inspektorat . Hendri tokoh masyarakat pemerhati kota metro.

Tujuan diskusi ini adalah untuk menyatukan dan mengupas adanya tumpang tindih aset daerah dan penyimpangan anggaran daerah .

Di antara yang didiskusikan seperti ,aset daerah dan masjid taqwa, pendapatan asli daerah, pasar dan perdagangan , terminal kota metro, kopindo,nuban dan pertokoan di jalan jendral Sudirman serta modus kerugian uang negara.

Hendi selaku pemehati kota metro dalam sambutanya membenarkan adanya beberapa hal yang masih tumpang tindih dan perlu di perhatikan dan di emplementasikan sesuai dengan visi dan misinya kota metro.

Sementara Sudarsono selaku mantan ketua DPRD kota metro , dalam pemaparan tentang sejarah berdirinya kota metro bahwa dirinya mengakui salah satu dari anak pendiri kota metro.

Dalam hal ini dirinya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu mengawasi dalam pelaksanaan pembangunan di kota metro agar sesuai dengan tepat sasaran.

Selain itu juga Sudarsono sangat menyayangkan masih adanya pelaksana beberapa kegiatan ( proyek ) yang tumpang tindih dan masih menguntungkan oknum oknum dan pihak pihak terkait.

Selanjutnya Sudarsono sangat sedih sebagai anak petani dan pendiri kota metro bahwa para pelaksana nya pemegang amanah warga masyarakat kota metro masih mementingkan kepentingan pribadi, semestinya lebih mengutamakan kepentingan umum.

Lebih parah lagi adanya ,dugaan beberapa pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan keperuntukanya (Din)

Bagikan