Masyarakat Masih Abaikan Protokol Kesehatan Di Transportasi Umum

Img 20200904 090754

Situasi di dalam salah satu moda transportasi umum di Kota Bandarlampung yang padat tanpa protokol kesehatan. Bandarlampung, Jumat 4/9/2020 

Bandarlampung – Sebagian masyarakat di Kota Bandarlampung masih abai menerapkan protokol kesehatan di tempat umum dan transportasi umum.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat, sejumlah moda transportasi umum di Kota Bandarlampung belum menerapkan protokol kesehatan karena mengangkut penumpang melebihi kapasitas dalam masa pandemi COVID-19.
 
Terlihat tidak ada pembatasan jumlah penumpang sebanyak 75 persen dari kapasitas sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Nomor 45/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019.

Di sisi lain, sejumlah pengguna transportasi umum di Kota Bandarlampung, umumnya telah patuh menggunakan masker sebagai salah satu syarat wajib dalam penerapan protokol kesehatan di tengah berlangsungnya pandemi COVID-19.

Akan tetapi, jaga jarak masih abai dilakukan di transportasi umum. Misalnya, moda transportasi umum yakni bus kota di Kota Bandarlampung masih tetap mengangkut banyak penumpang, bahkan sebagian penumpang harus berdiri karena tempat duduk sudah penuh.
 
Kekhawatiran akan penularan COVID-19 di transportasi umum diungkapkan oleh salah seorang warga pengguna transportasi umum di Kota Bandarlampung.

“Kita ini keseharian untuk bekerja menggunakan bus, agak sedikit kurang nyaman kalau penumpang penuh sekali dan saling berhimpitan, takut ada yang orang tanpa gejala dan kita tertular,” ujar salah seorang warga Syafira.

Ia mengatakan, meski dirinya khawatir akan penularan COVID-19 di transportasi umum, tidak ada pilihan lain selain mengandalkan bus kota sebagai moda transportasi untuk mengantarnya ke tempat kerja setiap harinya.

“Khawatir pasti namun tidak bisa juga saya tidak naik bus kota, karena ini yang paling murah dibanding jasa ojek daring, untuk mengurangi kekhawatiran akan tertular COVID-19 maka saya terus menggunakan masker, dan jaket lengan panjang,”katanya.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah seorang pengguna transportasi umum lain di Kota Bandarlampung.

“Khawatir sekali kalau kita naik bus kota ataupun angkutan kota saat jam ramai seperti pulang kerja, ataupun berangkat kerja, maka saya terkadang mencoba mendahului satu jam sebelum orang ramai berangkat bekerja ataupun pulang untuk menghindari kerumunan,” ujar Tita.

Ia mengatakan, untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat pengguna transportasi umum di Kota Bandarlampung atas persebaran COVID-19, diharapkan pemerintah setempat dapat mengatur kapasitas penumpang dengan baik.

“Memang tidak semua masyarakat peduli akan pandemi COVID-19, namun masih ada pula yang seperti saya khawatir ini memburuk, sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat lebih baik mengatur jumlah penumpang, dan memperbanyak jumlah transportasi umum yang nyaman dan aman untuk mengantisipasi kerumunan,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, meski pengemudi dan penumpang telah disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menyiapkan hand sanitizer, perlu penerapan lebih baik dalam menjaga jarak aman dengan membatasi kapasitas penumpang di jam sibuk. (Ant)

Share