Masyarakat Tuding P3D Kibang Ada Pengkondisian Dari Kades

884c95c6 3f13 4753 Ae5c 603c78b0236e

Lamtim, etalaseinfo.com – Panitia Pengisian Perangkat Desa untuk Desa Kibang Kecamatan Metro Kibang, ternyata menuai folemik di tengah tengah Masyarakat, mulai dari penjaringan hingga sampai pada uji kopetensi atau tes berkaitan dengan adanya para calon untuk mengisi kekosongan di jajaran perangkat Desa setempat.

Dari 20 Peserta bakal calon perangkat Desa untuk merebutkan 4 kursi perangkat desa, di antaranya (1) Sekretaris Desa ( Sekdes) sebanyak 4 calon peserta, (2) Kaur Umum sebanyak 4 peserta, (3) Kasi Pemerintahan sebayak 5 peserta dan (4) Kasi Perencanaan sebanyak 7 peserta, mamun ternyata dari semua calon yang terpilih dalam pemilihan tersebut hanya ada satu calon Kadus VIII yang terpilih dan dapat dinyatakan benar atau tranfaran.

332890af B627 4b16 Bb92 5d45b30440f1

Sementara selain yang itu semua merupakan sebuah produk akal akalan yang telah di lakukan oleh Kepala Desa( Winarno) sebagai pemegang tampuk kekuasaan di Desa.

Tudingan itu di lontarkan oleh nara sumber yang dapat di percaya dan tidak mau di sebut namanya, bahkan dia dengan tegas mengatakan bahwasannya dengan di adakannya penjaringan maupun tes tersebut hanya formalitas saja, bahkan selain itu dari sebelum di adakannya penjaringan dari 4 calon yang terpilih itu sudah melakukan pertemuan atau kumpul kumpul terus dengan Kepala Desa tuturnya.

Selanjutnya ia juga menambahkan bagaimana mungkin mereka itu bisa lulus sedangkan pada saat di lakukan tes tertulis mereka ada yang tidur, apalagi calon terpilih notabene juga sebagai anggota BPD bahkan masih saudara Kades itu sendiri.

Selebihnya menurut dia dalam kurun waktu dekat akan melakukan upaya agar sekiranya hal itu untuk di lakukan tes ulang dan terbuka untuk umum agar tidak ada kebohongan kepublik, seperti halnya yang telah di lakukan oleh Desa yang lain yang ada di Kecamatan Metro Kibang, bukan malah sebaliknya Kepala Desa ikut bermain di dalamnya pungkasnya.

590a7758 99ab 4bb0 8b66 59b82a2a81db

Pertanyaannya bila saja sosok Pemimpin dalam memilih atau memilah untuk di jadikan perpanjangan tangan hanya karena kedekatan emosional pribadi, atau bahkan karena adanya ikatan saudara atau bahkan karena hutang budi yang timbul akibat balas jasa pencalonan, yang ada sebuah kesepakatan maupun janji bila terpilih dan jadi, tanpa ingat lagi apa yang pernah di janjikan terhadap Masyarakat dengan mengedepankan kepentingan pribadi, sudah barang tentu dan tidak akan menutup kemungkinan terjadinya carut marut sebuah tatanan dan mau di bawa kemana rakyat imi(Din )

Share