Mutu Pembangunan Drainase Gunakan DD Kalipasir Lamtim Tidak Sesua RAB

0
89

Lampung, etalaseinfo.com – Diduga Proyek pembangunan drainase menggunakan dana desa (DD) Desa Kalipasir Kecamatan way bungur, Kabupaten Lampung Timur mutunya diragukan dan diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Bangunan (RAB),

Dari pantauaan awak media dilapangan kenyataannya, riol dengan volume pasangan batu dinding bangunan bolong-bolong, membuat mata yang melihat seperti kekurangan adukan semen, kesannya seperti bangunan lama.

Padahal, fungsi drainase untuk kelancaran air, ujar beberapa kepala biro awak media. Bisa dikatakan, dalam pelaksanaan proyek diduga pihak pengguna anggaran tidak memakai tenaga ahli teknis pekerjaan, serta tidak mempertimbangkan parameter desain dalam pelaksanaan pembangunan drainase tersebut.

Menurut beberapa biro berbagai media (red) pembangunan suatu proyek dengan sumber DD di beberapa desa saat ini terkendala masalah teknis, sehingga banyak sarana bangunan yang mutunya diragukan dan terkesan mubazir, akibat pelaksana proyek diduga tidak memakai tenaga ahli, ungkapnya sembari mengatakan proyek APBD atau APBN saja memakai tenaga ahli dan konsultan.

Untuk itu, Seharusnya TPK di kampung memakai tenaga ahli, minimal minta petunjuk serta pendamping yang benar-benar mengerti pembangunan, baik petugas Dinas PU yang profesinal di masing-masing daerah, jika tidak maka tidak tertutup kemungkinan uang ratusan miliar rupiah yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan berbagai sarana infrastruktur di desa akan mubazir.

Dengan Memakai tenaga ahli teknis, pekerjaan yang dilaksanakan diharapkan akan menjadikan sebuah bangunan semakin berkualitas dan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh perangkat desa harusnya diajukan kepada pihak yang berwenang.

Drainase diduga tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pasalnya, parit yang baru dibangun itu penyusunan batu hanya memakai batu satu dan ketebalanya ditutupi dengan tanah yang berukuran kurang dari 20 cm, bahkan banyak lubang akibat kekurangannya adukan semen.
Adanya Dugaan proyek asal jadi itu ditemukan dari hasil investigasi di Dusun 3 dan 4.

Saat di wawancarai TPK Desa Kalipasir mengatakan pembangunan drainase berapa ukurannya beliau tidak tahu, mengenai terkait rencana anggaran pembangunan bahkan apa yang ada di (RAB).

Beberapa awak media selaku sosial kontrol yang turun langsung melakukan investigasi dilapangan pada pembangunan drainase tersebut mengatakan, itu tolong diperbaiki karena pondasi drainase diduga tidak kokoh atau bahkan tidak ada kekuatan, dari penyusuan batu dibawah kecil, yang besar hanya yang di atas, kami selaku awak media hanya meminta penyusunan batu yang diduga tidak sesuai dengan rab itu cepat di diperbaiki.

Sekalian tolong diperjelas, pengerjaan Drainase menurut keterangan para tukang di borongkan,permeternya Rp,30.000. – Rp 35.000.

Kepala desa kalipasir membantah keras tudingan tersebut “untuk pengerjaan itu saya tidak tau menahu terkait yang di borongkan, Tapi setauku tidak diborongkan, apalagi yang di isi tanah.

“Mas saya ini banyak temen wartawan jadi setiap ada wartawan, semua saya sambut dengan baik , karena untuk semua urusan kami selalu kordinasi, TPK, dan Poldes,.
Jadi kita cari jalan baik saja tidak usah diteruskan ujar mereka serentak (kades Tpk,dan poldes).

Tak lama setelah selesai wawancara Kades Kali Pasir mendekati koordinator media investigasi.com, kades tersebut memberikan amplop sambil berkata, “mas saya minta tolong, urusan ini jangan diberitakan yang jelek, ini saya memberikan untuk uang bensin dan uang ini dari hasil rembuk TPK dan poldes tolong diterima pekerjaan kami belum selesai mas” ucapnya.

Sementara koordinator media-investigasi.com “mohon maaf kami journalis tidak menerima suap, apapun bentuknya, kami hanya mencari berita yang diduga janggal dalam pengerjaan, pembangunan, ataupun kegiataan kepemerintahaan yang menggunakan dana APBD ataupun APBN mohon maaf kami kesini hanya mencari berita bukan meminta uang.

Kami hanya meminta pembangunan drainase itu diperbaiki, yang pelalsanaannya tidak sesuai dengan rab yang ada” ujar koordinator investigasi tersebut

Ironis, kalimat lembut kepala desa dan Tpk”pak diterima saja pak yang kami berikan, bukan sedikit wartawan bahkan banyak wartawan” ujar Kades Kalipasir Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur.(Ky-Jn)