Narkoba Jerat Reza Artamevia Dua Kali Akhirnya Kini Direhabilitasi

Potret Reza Artamevia Berbaju Tahanan 5 43

Jakarta – Perjalanan kasus narkoba yang menjerat Reza Artamevia memasuki babak baru. Setelah sempat ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Reza Artamevia dipindah ke rumah sakit rehabilitasi di Pasar Jumat, Jakarta Timur.

Penyanyi yang hits dengan lagu ‘Berharap Tak Berpisah’ direhabilitasi setelah mendapatkan rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Sebelumnya, Reza Artamevia telah mengajukan permohonan untuk rehabilitasi itu ke penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya.

“Saudari RA melalui pengacaranya sudah mengajukan untuk merehabilitasi, surat dari kuasa hukum sudah kita terima, ini dari kuasa hukum sudah kita terima. Sementara ini masih didalami oleh tim penyidik,” jelas Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Penyidik kemudian melakukan gelar perkara terkait permohonan Reza Artamevia tersebut. Penyidik selanjutnya membawa Reza Artamevia ke BNNP DKI Jakarta untuk menjalani asesmen.

Tidak dijelaskan kapan proses asesmen tersebut berlangsung. Namun pada Kamis (10/9) kemarin, pihak kepolisian menyampaikan bahwa Reza Artamevia mendapatkan rehabilitasi atas rekomendasi dari BNNP DKI Jakarta.

“RA hasil rekomendasi assessment BNNP untuk direhab,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Pada Kamis (10/9) siang kemarin, Reza Artamevia dipindahkan ke RS di Pasar Jumat, Jakarta Timur pada. Dia akan menjalani rehabilitasi di rumah sakit tersebut.

Reza Artamevia diamankan pada Jumat (4/9) lalu di sebuah restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, bersama dengan dua orang rekannya. Polisi lalu menggeledah rumahnya di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan sabu 0,78 gram yang menurut pengakuannya diperoleh dari pemasok inisial F yang masih diburu. Kepada polisi, Reza Artamevia mengaku baru 4 bulan mengonsumi sabu.

Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Reza Artamevia ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Pada 28 Agustus 2016 lalu, Reza Artamevia diamankan bersama AA Gatot Brajamusti dan istri, di sebuah hotel di Mataran, Nusa Tenggara Barat.

Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, dalam penggerebekan di kamar hotel itu, polisi menemukan barang bukti sabu. Tetapi barang bukti sabu itu hanya ditemukan pada Aa Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah.

Reza Artameia dites urine saat itu. Hasilnya positif.

“Untuk Reza barang bukti tidak ada, hanya tes urine positif,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli, Selasa (30/8/2016).

Dari penangkapan itu, polisi melakukan pengembangan ke padepokan Aa Gatot Brajamusti di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan di kediaman Gatot Brajamusti di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, polisi menemukan 3 butir pil yang diduga ekstasi serta dua butir kapsul warna biru. Hasil uji lab, dua butir pil dinyatakan positif mengandung amphetamine atau ekstasi.

“Ada tiga tablet yang ditemukan. Yang satu yang besar itu negatif, sementara yang dua lagi positif ekstasi. Kalau yang kapsul belum bisa diidentifikasi jenisnya,” kata Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat saat jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya 2, Kebayoran Lama, Jaksel, Rabu (31/8/2016).

Di kasus itu, Reza Artamevia pun mendapatkan rehabilitasi. BNNP NTB saat itu merekomendasikan Reza Artamevia untuk melakukan rawat jalan. Hal itu dikarenakan tingkat kecanduan dari keempat orang tersebut yang masih tergolong rendah dari hasil pemeriksaan tim dokter BNNP.

“Kalau posisinya saya nggak tahu, dia sudah pulang atau mungkin jalan-jalan di sini. Yang penting minggu depan dia ke sini rehab jalan,” kata Kepala BNNP NTB Kombes Pol Sriyanto di kantornya Jalan Lingkar Selatan, Jumat (2/9/2016).

“Seminggu dua kali selama sebulan. Jadi ada 8 kali pertemuan. Aturannya itu kalau rawat jalan 8 kali pertemuan,” imbuh dia. (Dtk)

Share