Oknum Kades Cempaka Nuban Ambil Alih Tugas Pokmas PTSL

Lamtim, etalaseinfo.com – Sedikitnya 450 bidang tanah  di Desa Cempaka Nuban Kecamatan Batang Hari Nuban, Kabupaten Lampung Timur  di daftarkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas Pemerintah Pusat Republik Indonesia melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Program tersebut di jadikan sawah ladang bisnis oleh ( Antok ) oknum Kades setempat dengan pengambilan dana sebesar Rp500 ribu per bidang.jelas Suparmin  kepada wartawan selaku ketua pokmas  dalam kegiatan pembuatan sertifikat, Jumat 14 Februari 2020.

Selanjutnya berdasarkan pengakuan beberapa warga masyarakat setempat mengungkapkan, bahwa adanya pungutan uang untuk biaya pembuatan Sertifikat massal pada program PTSL tahun 2019 yang dilakukan pihak oknum kades beserta jajaran perangkat Desa Cempaka Nuban.

Menurutnya Masyarakat diharuskan membayar biaya pembuatan sertifikat Rp. 500 ribu setiap bidangnya. Padahal, dalam Permen No 35 Tahun 2016 sudah jelas bahwa anggaran pembuatan sertifikat dibiayai dari APBN.

Masih menurut warga bahwa  program ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah.diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Akan tetapi hal tersebut bertentangan dengan yang dirasakan masyarakat desa cempaka nuban.

Suparmin selaku pokmas membenarkan  atas  dugaan pungli  yang di lakukan oleh oknum kepala  Desa Cempaka Nuban  sebesar 500 ribu rupiah per bidang. Dengan jumlah mencapai 450 bidang .

Terkait untuk masalah biaya yang harus di tanggung oleh pemohonnya, Parmin  menjelaskan, dikenakan biaya sebesar Rp. 500 ribu/ bidang dan semua itu hasil kesepakatan musyawarah bersama masyarakat.

Antok kepala desa saat di konfirmasi di ruangan kerjanya terkait  penarikan biaya sertifikat sebesar 500 ribu  perbida dengan jumlah 450 bidang ,

Menurutnya dana 500 000 terbagi jadi 2: tahap  pertama 200 .000 sesuai dengan keputusan SK 3 menteri, sedangkan yang 300.000 berdasarkan perdes , untuk pembuat sertifikat dari luar daerah di tarik dana sebesar 600 000/ bidang.

Masih menurut kades bahwa semua itu di lakukan  sesuai dengan aturan dan peraturan baik pemerintah maupun desa setempat.

Terkait mundurnya jajaran pengurus pokmas hal tersebut pihak desa  membuat pokmas bayangan dan  semua administrasi  keuangan sementara di setorkan langsung ke tangan kades dengan di sertai dan membubuhkan tandatangan di atas kwitansi dengan jumlah nominal  yang tertera.

Sementara puluhan warga siap mengadukan kepada pihak penegak hukum prihal pungli  yang di lakukan oleh oknum kades cempaka nuban,/ din

Share