Oknum Kades Cempaka Nuban, Diduga Gelapkan Insentif dan Palsukan SPJ Guru Keagamaan

Img 20200701 Wa0110

Lampung timur, etalase info.com – Perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru keagamaan di wilayah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), sebenarnya berjalan sesuai dengan rencana. Namun sayangnya tidak semua Pemerintahan Desa (Pemdes) menjalankan acuan dan arahan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Di kecamatan batanghari nuban Kabupaten Lamtim, khususnya di desa Cempaka Nuban banyak keluhan yang disampaikan kepada wartawan.

Nerdasarkan hasil investigasi yang di lakukan oleh, untuk mencari fakta di lapangan dan ternyata hasilnya bahwa hampir semua guru keagamaan yg berjumlah 24 orang tidak menerima insentif dari tahun 2019 hingga saat ini, Selasa 30/06/2020.

Guru keagamaan Siti Quroini dan Nano Firmansyah saat di konfirmasi mengatakan dirinya tidak pernah menerima dan menandatangani insentif tersebut bahkan tidak mengetahui dan juga tidak ada pemberitahuan dari pihak desa.

“Saya belum pernah menerima insentif guru ngaji, apalagi menandatangani, saya tau juga tidak karena pihak desa tidak ada yg memberitahu,” kata guru ngaji tersebut.

Lanjutnya, bahwa murid mengaji sebanyak 35 orang, dan sangat membutuhkan biaya untuk pembelian alat alat mawalan, ya kalau memang insentifnya ada ya saya harap agar pak Lurah memberikan.

Img 20200701 Wa0111
Img 20200701 Wa0111

“Murid mengaji saya sebanyak 35 orang, saya sangat membutuhkan dana untuk pembelian alat alat mawalan, saya harap insentif tersebut segera pak lurah berikan kalau memang ada,” tutup Siti quroini.

Di tempat terpisah, guru keagamaan bernama Qiroman Katibin dan Istiqomah juga mengatakan hal yang sama, dirinya dari tahun 2019 sampai dengan 2020 ini belum pernah menerima dan menandatangani insentif tersebut, dan mengatakan ikhlas apabila dana tersebut memang ada yang lebih membutuhkan meskipun dirinya juga membutuhkan dana tersebut, tuturnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cempakan Nuban Suparmin mengatakan, dirinya sudah mengetahui adanya keluhan dari masyarakat perihal tidak di berikannya insentif guru keagamaan oleh kepala desa, dan dirinya sudah pernah menyampaikan keluhan tersebut namun tidak di hiraukan oleh Kepala Desa (Kades).

Suparmin juga berharap agar Kades dapat segera mencairkan insentif yang sejak 2019 lalu sampai dengan saat ini Juni 2020.

“Saya sudah tau kalau banyaknya keluhan guru keagamaan perihal insentif yang belum di berikan oleh kades dari 2019 hingga juni 2020 ini, saya minta Kades segera memberikan insentif tersebut kepada yang berhak menerima,” singkat ketua BPD, di kediamannya.

Sayang hingga berita ini diturunkan Kades Anto Budianto belum memberikan tanggapan saat ditanya perihal insentif guru keagamaan melalui pesan WhatsAppnya.(Yusuf subing)

Share