Oknum PNS KUA Jatiagung Siap Dikonfrontir

Penganten 2 244fa5623088bf07f829850e915e194f 750x500

Ilustrasi.

Kalianda – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, siap dikonfrontir dengan Firmansyah, warga Margorejo, Metro Selatan.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lampung Selatan, Haris, usai membuat berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap SH, yang memenuhi panggilan pihak Kemenag Lamsel, Rabu, 15 Juli 2020, siang. 

Menurut Haris, dari keterangan SH, bukti kwitansi tidak ada kaitannya. Sebab, pengurusan duplikat buku nikah yang dilakukan Firmansyah melalui pihak ketiga bukan dilakukan sendiri. Bukan secara standar operasional prosedur (SOP). 

“Jadi, kalau pakai pihak ketiga sudah pasti ada jasanya. Kalau untuk biaya pembuatan duplikat buku nikah sebenarnya gratis. Tapi, banyak syarat yang harus dipenuhi seperti antara lain surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan surat pengantar dari desa/kelurahan,” ujar Haris. 

Dia belum bisa memaparkan hasil keputusan Kepala Kantor Kemenag Lampung Sslatan terhadap SH.” Itu kewenangan atasan. Kami hanya punya tugas untuk membuat BAP dari pemanggilan yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, Senin, 13 Juli 2020, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiagung, inisial SH atas dugaan pungutan liar (pungli) terhadap Firmansyah, warga Margorejo, Metro Selatan. Pungli yang dilakukan terkait pengurusan duplikat buku nikah.

Untuk mendapatkan duplikat surat nikah, Firmansyah dikenakan biaya administrasi Rp600 ribu untuk pembuatan buku dan Rp200 ribu administrasi jasa. (LP)

Share