Orang Dengan Komorbid Bisa Divaksinasi

Bandarlampung РIkatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung mengatakan bahwa orang dengan komorbid dapat divaksinasi asalkan tidak ada komplikasi penyakit.

“Memang  sekarang orang dengan penyakit bawaan, lanjut usia (lansia) dan penyitas COVID-19  sudah bisa divaksinasi, tapi tetap ada batasannya dan tidak ada kompilkasi penyakit,” kata Wakil Ketua IDI Lampung dr Boy Zaghlul Zaini MKes, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan bahwa saat ini orang dengan hipertensi 140 sampai 180 boleh divaksinasi, sedangkan  mereka yang memilki tekanan darah 180 ke atas tidak diperbolehkan.

Kemudian, untuk orang yang diabetes juga sekarang bisa divaksinasi meskipun HbA1c di atas tujuh, asalkan mereka tidak memiliki komplikasi penyakit.

“Semua juga harus terkontrol oleh obat dan tidak ada penyakit komplikasi. Kan nanti sebelum divaksinasi akan ada assement dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang ingin divaksinasi,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, untuk orang yang memilki alergi pun boleh saja divaksinasi kalau kondisi tubuhnya sehat sebab penyakit tersebut timbul akibat dari makanan atau obat.

“Kalau misal ada asma tapi tidak akut saya rasa tidak apa divaksinasi, karena kan asma juga timbul dari alergi, jika kondisi tubuhnya bagus tidak masalah,” kata dia.

Selain itu, kata dia, berdasarkan instruksi Kementrian Kesehatan, penyintas COVID-19 pun setelah tiga bulan sembuh bisa divaksinasi, begitu pula dengan ibu menyusui.

Menurutnya, Kementrian Kesehatan dan BPOM mengizinkan lansia, penyitas COVID-19, orang dengan penyakit bawaan, dan ibu menyusui dapat divaksinasi tentunya telah melakukan analisa dan penelitian serta rekomendasi dari para ahli.

“Itu juga sudah mendapat persetujuan dari ahli imunisasi dan penyakit dalam. Yang belum bisa divaksinasi itu hanya orang yang memiliki penyakit auto imun seperti HIV dan Lupus,” kata dia. (Ant)

Bagikan