Orang Tua Terdakwa Sebut Anaknya Bukan Sindikat Penggelapan Mobil

Orang Tua Terdakwa Sebut Anaknya Bukan Sindikat Penggelapan Mobil

Ketut Erawan, orang tua Komang Hariawan terdakwa kasus dugaan penggelapan mobil atas nama, saat memberikan keterangan.

Bandar Lampung – Orang tua Komang Hariawan, terdakwa kasus dugaan penggelapan mobil, keberatan jika anaknya disebut sebagai sindikat penggelapan. Bahkan, anaknya memiliki saham di perusahaan yang dikelola bersama pelapor. 

Ketut Erawan, orang tua terdakwa, mengatakan anaknya bukanlah sindikat penggelapan seperti yang dikatakan. Sindikat itu, kata dia, memiliki jaringan yang sangat luas, sementara anaknya dengan pelapor memiliki kerja sama yang baik sebelumnya.

“Dia (pelapor) sering bertemu anak saya, barangnya (mobil) dia tahu di mana tempatnya, BPKB kendaraan tersebut ada sama pelapor, pembayaran juga pernah ada, sindikatnya di mana. Menurut saya, kasus ini bukan pidana tapi masuknya perdata,” kata Ketut, Kamis, 3 September 2020.

Bahkan, menurut Ketut, anaknya memiliki saham senilai Rp400 juta di perusahaan tersebut namun tidak pernah dihitung. Atas alasan itu, uang penagihan ditahan anaknya.

“Saya bilang kalau memang ada urusan nanti saya siapkan uangnya. Karena katanya tidak ada, saya biarkan tetapi tahu-tahu anak saya dipanggil paksa, tanpa ada surat panggilan, pertama atau kedua,” kata dia.

Dia mengatakan secara hukum tidak dibenarkan pemanggilan paksa tanpa ada surat panggilan pertama dan kedua yang dilakukan penegak hukum. Menurut mereka (polisi), surat panggilan sudah dilayangkan hanya saja dititipkan kepada pelapor. 

“Kan jadi pertanyaan ada apa surat panggilan kok dititipkan sama pelapor bukanya diserahkan kepada yang bersangkutan langsung ditandatangani sama yang bersangkutan,” katanya.

Kasus dugaan penggelapan kendaraan roda empat dengan kerugian mencapai Rp702 juta dengan terdakwa Komang Hariawan (40) dan istrinya Fifi Rahmawati (28), warga Rejomakmur RT/RW 010/003 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur, digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Jaksa Moh. Rifani Agustam mendakwa kedua terdakwa dengan dua pasal sekaligus yakni Pasal 372 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan 
Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (LP)

Share