PAD dari Lamban Kemasan Turun Hingga 70% Akibat Covid-19

Pad Dari Lamban Kemasan Turun Hingga 70 Akibat Covid 19

Liwa – Wabah covid-19 yang berlangsung hingga saat ini juga turut berdampak kepada produksi lamban kemasan milik Pemkab Lampung Barat yang dikelolah oleh Dinas Koperindagpas Lambar.

Kadis Koperindagpas Lampung Barat Yudha Setiawan, Selasa 18 Agustus 2020 mengatakan sejak wabah korona ini terjadi kini pemasukan yang diperoleh dari pabrik lamban kemasan menurun drastis.

Dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp1 juta/bulan kini hasilnya turun hingga 70%. Untuk saat ini permintaan jasa produksi yang masih berjalan rata-rata hanya hasil dari cetak banner saja.

Sedangkan cetak stiker dan kemasan seperti kemasan kue dan makanan lainya untuk sementara ini sepi. 

“Sejak adanya covid-19 ini produksi yang dihasilkan lamban kemasan ini menurun sebanyak 60-70% dari sebelumnya. Permintaan dari UMKM untuk cetak kemasan saat ini tinggal sedikit yaitu jauh menurun dibanding sebelum adanya pandemi,” kata Yudha.

Menurutnya, minimnya permintaan dari UMKM untuk mencetak kemasan tersebut juga dikarenakan sejak adanya pandemi ini daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan UMKM itu juga merosot karena dampak covid-19.

Sampai saat ini lanjut dia, permintaan yang masih berjalan yaitu cetak banner dan itupun sudah berkurang akibat banyak kegiatan masyarakat yang juga berkurang.

Sejak adanya pandemi covid-19 ini kini pemasukan yang dihasilkan dari lamban kemasan dari target Rp12 juta/tahun sampai saat ini realisasinya baru mencapai sekitar 30%.

Ia menambahkan, adapun pelayanan jasa produksi yang telah dilaksanakan oleh lamban kemasan milik Pemkab yang dikelolah Dinas Koperindagpas ini yaitu  pembuatan stiker, kotak makanan seperti kue, kotak nasi, banner.  Khusus pelayanan pembuatan stiker kemasan modelnya masih stiker tempel. (LP)

Share