Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Objek Wisata

Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Objek Wisata

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengatur tatalaksana protokol kesehatan dalam pelaksanaan aktivitas di tempat dan fasilitas umum lokasi wisata agar terhindar dari pandemi Covid-19. Apalagi objek-objek pariwisata di Provinsi Lampung mulai bangkit, masyarakat juga sudah ramai mengunjungi tempat-tempat wisata dibumi ruwai jurai.

“Pada prinsipnya, protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 wajib diterapkan oleh pengelola dan pengunjung di lokasi wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan, Minggu, 2 Agustus 2020.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menyelesaikan Peraturan Gubernur Lampung Nomor: 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produkif dan Aman (AKB-M2PA) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Lampung tertanggal 30 Juli 2020.  Dalam Pergub tersebut juga diatur mengenai aktivitas di lokasi wisata.

Pergub AKB-M2PA menyampaikan bahwa kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam gedung/ruangan atau di luar gedung pada lokasi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia. Dalam kondisi pandemi COVID-19 pembukaan lokasi daya tarik wisata harus berdasarkan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Penerapan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di lokasi daya tarik wisata sangat membutuhkan peran pengelola, pekerja dan pengunjung.

Bagi pengelola
1) melakukan pembersihan dengan disinfeksi secara berkala (paling sedikit tiga kali sehari) terutama pada area, sarana dan peralatan yang digunakan bersama seperti pegangan tangga, pintu toilet, perlengkapan dan peralatan penyelenggaraan kegiatan daya tarik wisata, dan fasilitas umum lainnya;
2) menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai dan mudah diakses oleh pengunjung;
3) mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk area dalam gedung. Jika terdapat air conditioner (AC), lakukan pembersihan filter secara berkala;
4) memastikan ruang dan barang publik bebas dari vektor dan binatang pembawa penyakit;
5) memastikan kamar mandi/toilet berfungsi dengan baik, bersih, kering, tidak bau, dilengkapi sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta memiliki ketersediaan air yang cukup;
6) memperbanyak media informasi wajib pakai masker, jaga jarak minimal 1 meter, dan cuci tangan di seluruh lokasi; 
7) memastikan pekerja/SDM pariwisata memahami perlindungan diri dari penularan Covid-19 dengan PHBS;
8) pemberitahuan informasi tentang larangan masuk ke lokasi daya tarik wisata bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas;
9) melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk gedung. Jika ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu >37,5ºC (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 (lima) menit tidak diperkenankan masuk. Petugas pemeriksa suhu menggunakan masker dan pelindung wajah (faceshield). Pelaksanaan pemeriksaan suhu agar didampingi oleh petugas keamanan; 
10) mewajibkan pekerja/SDM pariwisata dan pengunjung menggunakan masker. Jika tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk lokasi daya tarik wisata;
11) memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja/SDM pariwisata, dan pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer serta kedisiplinan menggunakan masker;
12) terapkan jaga jarak yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
a) pembatasan jumlah pengunjung yang masuk;
b) pengaturan kembali jam operasional;
c) mengatur jarak saat antrian dengan memberi penanda di lantai minimal 1 meter (seperti di pintu masuk, kasir, dan lain lain);
d) mengomptimalkan ruang terbuka untuk tempat penjualan/transaksi agar mencegah terjadinya kerumunan;
e) membatasi kapasitas penumpang lift dengan pemberian label di lantai lift;
f) pengaturan jarak minimal 1 (satu) meter di elevator dan tangga;
g) pengaturan alur pengunjung di area daya tarik wisata; dan
h) menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja/SDM pariwisata (loket pembelian tiket, customer service, dan lain-lain).
13) mendorong penggunaan metode pembayaran nontunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama). 
14) jika memungkinkan, dapat menyediakan pos kesehatan yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan sarana pendukungnya untuk mengantisipasi pengunjung yang mengalami sakit. 
15) jika ditemukan pekerja/SDM pariwisata dan pengunjung yang ditemukan yang suhu tubuhnya >37,5 ºC dan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas, diarahkan dan dibantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
16) lokasi daya tarik wisata yang berisiko terjadinya penularan karena sulit dalam penerapan jaga jarak dan banyaknya penggunaan peralatan/benda-benda secara bersama/bergantian, agar tidak dioperasikan dahulu.
17) memberikan informasi pada jam-jam tertentu melalui pengeras suara untuk mengingatkan agar selalu mengikuti ketentuan protokol kesehatan;
18) Menyediakan papan informasi yang mengingatkan selalu menjaga jarak, menjaga kebersihan serta menampilkan contact person atau fasilitasi kesehatan terdekat;
19) Jika memungkinkan menyediakan ruangan khusus untuk penanganan apabila ada pengelola, tamu atau pekerja yang mengalami gangguan kesehatan pada saat berada dilokasi wisata.

Bagi pekerja
1) memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja di lokasi daya tarik wisata. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri kefasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut, dan laporkan pada pimpinan tempat kerja.
2) saat perjalanan dan selama bekerja selalu menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, hindari menyentuh area wajah, jika terpaksa akan menyentuh area wajah pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
3) semua pekerja (pedagang, petugas keamanan, tukang parkir dan lain lain) harus selalu berpartisipasi aktif mengingatkan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.
4) saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah, serta membersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.
5) meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS seperti mengkonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal 7  jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.

Bagi pengunjung
1) memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan kelokasi daya tarik wisata. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut;
2) selalu menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata;
3) menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;
4) hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut;
5) tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter;
6) saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah; dan
7) bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

(LP)

Share