Pelaku Begal di Palas yang Tewaskan Korban Berhasil Diungkap Polisi

Polisi Ungkap Pelaku Begal Di Palas Yang Tewaskan Korban

Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution menunjukkan barang bukti dan tersangka begal yang menyebabkan korban tewas. 

Kalianda – Polres Lampung Selatan mengungkap pelaku pembegalan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas. 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution menjelaskan tersangka diamankan di rumah kerabatnya di daerah Banyu Asin, Sumatera Selatan pada Rabu, 26 Agustus 2020. 

“Kami berhasil meringkus tersangka kerja sama dengan Jatanras Polda Sumsel,” ujarnya saat press rilis di Mapolres setempat, Kamis, 3 September 2020. 

Menurutnya, kronologis kejadian terjadi di tanggul penangkis, Desa Pulautengah. Pada saat itu korban Sutegi (41) berpapasan dengan tersangka dan rekannya, Minggu 7 Juni 2020, sekitar pukul 15.00.

“Korban diminta menyerahkan motornya, tapi korban justru melawan,” kata dia. 

Korban mengeluarkan senjata tajam dan melukai dagu pelaku, akibat perlawanan itu tersangka H alias S (33) warga Belimbingsari, Jabung, Lampung Timur itu melarikan diri sembari menembak menggunakan senjata api rakitan jenis revolver. 

“Sambil berlari, tersangka menembak dan mengenai dada korban,” ujarnya. 

Akibat tertembus peluru di dadanya, korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan tersangka bersama rekannya S alias W (29) warga Dusun II, Belimbingsari, Desa Apaan, Jabung, Lampung Timur, melarikan diri. 

“Tersangka tidak berhasil membawa sepeda motor Honda Revo milik korban,” kata dia. 

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Try Maradona menjelaskan hasil pemeriksaan, tersangka sudah lakukan kejahatan yang sama sebanyak 10 kali di Lampung Selatan. 

“Sudah sepuluh kali lakukan kejahatan yang sama, sedangkan rekannya masuk Daftar Pencarian Orang,” katanya. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP junto pasal 53 KUHP dan pasal 338 KUHP dan pasal 1 ayat 1 undang undang darurat no 12 tahun 1951. “Ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,”ujarnya. 

Senjata api rakitan berikut empat butir amunisi didapatkan tersangka dari membeli dengan seseorang di Jabung, Lampung Timur.  “Saya beli dari seseorang di Jabung seharga tiga juta rupiah,” kata tersangka kepada lampost.co. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelidikan awal kasus tersebut bermula dari sendal milik tersangka yang tertinggal di lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tersangka sempat mampir ke warung tidak jauh dari lokasi untuk membeli sendal.

Dari keterangan para saksi-saksi tersebut, akhirnya identitas tersangka berhasil diungkap dan pelaku diringkus. (LP)

Share