Pelaku Peredaran 1 Kg Sabu bakal Dijerat Pencucian Uang

Buronan Pencuri Di Braja Sebelah Dibekuk Polisi

Bandar Lampung – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sudah menetapkan dua  tersangka terkait peredaran sabu 1,03 kg, yakni Adi Kurniawan (39), kepala Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, dan Andriyanto (47), oknum polisi berpangkat AKP yang berdinas di Polda Lampung, warga Metro Barat, Kota Metro. AKP Andriyanto berperan sebagai broker yang menyalurkan sabu asal Pekanbaru, Riau, ke Kepala Kampung Adi Kurniawan.

Dalam perkara peredaran jaringan narkoba, BNN kerap juga melakukan penyelidikan lanjutan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) guna memiskinkan para bandar dan jaringan. Hal itu dibenarkan Kepala BNNP Lampung Brigjen I Wayan Sukawinaya yang menytakan berencana melakukan penyidikan dugaan money laundry untuk oknum kakam dan oknum aparat tersebut.

“Rencana kami akan melakukan penyelidikan terkait tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini,” ujarnya, Senin, 17 Agustus 2020.

Penanganan dugaan pencucian uang untuk kedua tersangka tersebut bakal dilakukan Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang BNN Pusat. Sebelumnya, BNN Pusat juga sedang melakukan penyidikan TPPU atas Muntasir, bandar asal Aceh yang ditangkap BNNP Lampung atas peredaran sabu 41,6 kg. Muntazir dan bebepara pelaku lainnya divonis mati oleh Majelis Hakim PN Tanjungkarang, sekitar dua minggu yang lalu.

“Sudah koordinasi dengan direktur TPPU BNN sehingga nanti penangannya langsung dari pusat,” ujarnya.

Sementara, wartawan mencoba menilik harta kekayaan AKP Andiryanto. Berdasarkan LHKPN miliknya periode 2019, ia memiliki harta Rp307,5 juta. Jumlah itu terdiri dari tanah dan bangunan di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rp300 juta dan alat transportasi sepeda motor Mio J tahun 2016, Rp7,5 juta. Dalam laporan LHKPN-nya hanya dua item tersebut yang terdaftar. (LP)

Share