Pelayanan Penyeberangan Bertambah 20 Trip Per Hari

Kementerian Perhubungan meresmikan Dermaga IV Merak dan IV Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), di Merak, Senin, 12 Oktober 2020.

Kalianda – Kementerian Perhubungan meresmikan Dermaga IV Merak dan Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Senin, 12 Oktober 2020. Pembangunan dermaga tersebut merupakan peningkatan dari dermaga yang sudah ada sebelumnya, dan dengan peningkatan yang telah dilakukan, kini dermaga IV dapat melayani kapal –  kapal penyeberangan dengan kapasitas 6.000 – 10.000 GRT.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pembangunan dermaga IV yang menelan anggaran Rp379 miliar dimulai pada 2019. Pembangunan dimulai setelah ada kesepakatan dengan pihak swasta. 

“Dermaga ini sempat terbengkalai dan tak terpakai 18 tahun karena ada masalah hukum dengan pihak swasta selaku pengelola. Namun 2019 lalu sudah ada kesepakatan dan akhirnya bisa kami bangun dan sekarang siap untuk sandar kapal feri lintas Merak-Bakauheni,” kata Ira.

Ira menambahkan dengan beroperasinya dermaga IV ini akan mengurangi penumpukan kendaraan, terutama pada saat libur panjang dan arus mudik Lebaran.

“Karena dengan adanya sepasang dermaga baru ini maka rute Merak-Bakauheuni yang tadinya kapasitasnya 140 trip bertambah jadi 160 trip,” katanya. 

Ira berharap dengan bertambahnya dermaga, seluruh pengguna jasa dapat terlayani dengan baik, tidak ada komplain, dan yang terpenting adalah pengguna jasa menyeberang dengan aman, nyaman dan selamat hingga tujuan. 

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dan jajaran stakeholder terkait juga turut menghadiri agenda tersebut. Kesiapan dermaga IV untuk beroperasi merupakan solusi agar kegiatan mobilisasi barang maupun manusia antara Pulau Jawa dan Sumatera berjalan lancar. Pelabuhan memiliki peran vital dalam perekonomian nasional dan daerah yakni untuk menjamin kelancaran, keamanan, ketertiban dan keselamatan berlayar, maka pemeliharaan fasilitas Pelabuhan mutlak dilaksanakan.

“Selain terjaminnya keselamatan pelayaran tantangan kita bersama adalah peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa terkait dengan kepastian waktu dan pemenuhan standar pelayanan minimal,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menunjang konsep Poros Maritim dan memenuhi tuntutan kebutuhan angkutan penyeberangan yang andal dan memadai, maka ASDP melakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas dermaga Moveable Bridge (MB) dermaga IV di Merak dan Bakauheni yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun. Dalam waktu dekat, dermaga ini dapat mendukung operasional layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Proyek dermaga IV Merak-Bakauheni senilai Rp 379 miliar ini dibangun oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk yang tentunya telah memenuhi syarat baik klasifikasi dan kualifikasi dalam pekerjaan proyek ini. Dermaga IV Merak dengan tipe Breasting Dolphin, memiliki panjang 120 meter dengan pola sandar buritan mampu disandari kapal ukuran 6000-10.000 GRT. Untuk dermaga Bakauheni, dengan tipe Quay Wall, panjang 150 meter dengan pola sandar haluan juga mampu disandari kapal ukuran 6000-10.000 GRT.

Keberadaan dermaga IV di Merak dan Bakauheni dengan asumsi masing-masing dapat disandari oleh 5 kapal, akan menambah kapasitas minimal 4 trip kapal per 24 jam atau 20 trip per dermaga dari satu sisi. Sehingga kini total kapasitas trip di Pelabuhan menjadi rata-rata maksimal 140 trip dari total 7 dermaga yang beroperasi per 24 jam. Pelabuhan Merak dan Bakauheni menjadi salah satu prasarana vital dan penting dalam roda perekonomian di Tanah Air karena menghubungkan dua pulau besar yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi lintasan tersibuk yang dikelola ASDP dengan total sekitar 60 kapal yang standby beroperasi di lintasan ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo yang juga menghadiri acara peresmian Dermaga IV Merak dan IV Bakauheni di Merak oleh Dirjen Perhuhungan Darat mengatakan bahwa dengan peresmian Dermaga IV di Merak dan Bakauheni yang berpasangan ini akan dapat maningkatkan frekuensi kapal penyeberangan Merak- Bakauheni pulang pergi naik 20 frekuensi per hari. 

“Secara total dermaga yg beoperasi di Pelabuhan Merak dan Bakauheni saat ini menjadi 7 dermaga. Dengan kapal roro/fery-nya saat ini sebanyak 72 kapal sementara yang giliran docking 4 kapal sehingga yang siap operasi setiap hari 68 kapal. Alhamdulillah dengan beroperasinya Dermaga IV di Merak dan Bakauheni ini dharapkan akan mampu mengantisipasi jika terjadi  antrian di Pelabuhan Merak dan Bakauheni,” katanya. (LP)

Bagikan