Pembangunan Jalan Lintasi TNBBS Menuju Suoh Mulai Dibahas

Pembangunan jalan dalam kawasan TNBBS lintas Sukabumi-Suoh mulai direncanakan.

Liwa – Keinginan masyarakat Lampung Barat khususnya Suoh, dan Bandarnegeri Suoh untuk menikmati jalan yang memadai di sepanjang 9,7 km yang melintasi kawasan TNBBS nampaknya akan segera terwujud. Pasalnya, Kementerian LHK telah menerbitkan pedoman berupa Peraturan Menteri LHK nomor 23 tahun 2019 tentang pembngunan jalan strategis dalam kawasan hutan.

Kabag SDA Sekretariat Pemkab Lambar Eric Enrico, Kamis, 29 Oktober 2020, menjelaskan keberadaan jalan Sukabumi-Suoh memiliki nilai penting yaitu sebagai pendukung fungsi ekologis, penguatan pengelolaan hutan konservasi.

Kemudian mendukung aspek teknis, serta menjadi pendorong peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan sosial masyarakat.
Lalu dari sisi aspek teknis yakni berupa mitigasi bencana serta untuk memenuhi standar pelayanan dari fungsi jalan itu sendiri yaitu keselamatan dalam bertransportasi.

Ia menjelaskan, untuk mensukseskan rencana itu maka Bupati Lambar Parosil Mabsus bersama Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BB-TNBBS) Ismanto juga telah menandatangani perjanjian kerjasama rencana pembangunan jalan penghubung Sukabumi-Suoh sepanjang 9,7km yang melintasi taman nasional itu pada Jumat, 23 Oktober lalu.

Penandatangan MoU itu disaksikan oleh Inspektur Wilayah I Kementerian Lingkungan Hidup (LHK) Irmansyah Rachman, kepala Dinas Bina Marga dan Jasa Konstruksi Provinsi Lampung  Mulyadi Irsan, jajaran Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung dan sejumlah kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Lambar.

“Rencana pembangunan jalan itu dilakukan melalui perjanjian kerjasama tersebut adalah karena jalan tersebut melintasi kawasan hutan TNBBS sehingga pelaksanaanya harus dilakukan melalui mekanisme perjanjian sebagai persyaratanya,” kata dia.

Eric menjelaskan, panjang jalan Sukabumi-Suoh yang melintasi kawasan TNBBS yakni 9,7 km. Ke-9,7 km jalan itu terbagi dalam  tiga sigmen yaitu sigmen Kubu Balak-Melebui 6,5 km. Kemudian sigmen Tembelang-Suoh sepanjang 1,5 km dan sigmen jalan letusan sepanjang 1,7 km.

Dengan telah ditandatanganinya MoU itu, lanjut dia, Pemkab melalui bupati berharap bahwa ruas jalan Sukabumi-Suoh sepanjang 9,7 km yang melintasi kawasan TNBBS itu segera ditangani. Sebab dengan ditanganinya jalan itu maka keberadaanya diharapkan dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

“Selain meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di dua kecamatan itu, dengan dibangunnya jalan tersebut maka¬† keberadaanya kedepan diharapkan juga mampu mendorong minat kunjungan wisatawan pada destinasi objek wisata, baik wisata danau asam, keramikan, dan letusanya,” tambahnya. (LP)

Bagikan